Bukan Dendam Melainkan Kasih

Renungan Jumat, 5 Februari 2021

Bacaan : Ibr. 13:1-8; Mzm. 27:1,3,5,8b-9abc; Mrk. 6:14-29

Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat. (Markus 6:19)

Semua orang pasti pernah merasakan rasa sakit dalam hidupnya. Sakit hati itu biasanya disebabkan oleh perasaan kecewa yang begitu mendalam terhadap seseorang, bisa dari kata-kata atau perbuatan. Luka yang membekas umumnya akan menimbulkan dendam dan jika dipelihara terus menerus akan merusak jiwa dan pikiran serta dapat berujung pada tindakan yang tidak baik. Orang yang demikian akan selalu mencari kesempatan bagaimana dia dapat melampiaskan dendamnya.

Bacaan Injil hari ini menceritakan Herodias yang menaruh dendam kepada Yohanes Pembaptis karena tidak bisa menerima teguran Yohanes sehubungan dengan perkawinannya yang tidak halal. Herodias bermaksud membunuh dia tetapi tidak terlaksana karena Herodes segan dan kagum kepada Yohanes, karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang benar dan suci.

Akhirnya, tibalah saat dan cara yang tepat bagi Herodias untuk melampiaskan dendamnya ketika Herodes menawarkan hadiah kepada putrinya yang telah menyenangkan hati Herodes pada hari ulang tahunnya. Putrinya meminta kepala Yohanes atas petunjuk ibunya, Herodias. Dendam Herodias pun terlampiaskan dengan kematian Yohanes.

Bacaan pertama, surat kepada Orang Ibrani menasehati kita untuk memelihara kasih persaudaraan, dan bukan menyimpan dendam. Memelihara kasih merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menghayati iman. Kita memperlakukan orang lain seperti apa yang kita ingin diperlakukan. Dalam kasih persaudaraan kita saling terbuka dan tulus dalam memberikan teguran dan pengampunan. Dengan cinta, kita bisa memelihara jiwa kita dan keselamatan sesama.

Yesus Kristus mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi. Ia mencintai siapa saja, bahkan mereka yang memusuhi-Nya. Dengan kasih-Nya Yesus menyelamatkan banyak orang.

Doa : Allah Bapa di surga, mampukan kami untuk melepaskan pengampunan dan terbuka menerima teguran. Ajarilah dan berkatilah kami agar mampu memelihara kasih persaudaraan, berbelas kasih kepada siapa saja, dan mengatakan kebenaran demi kebaikan. Amin. (KLC)