Bertobatlah

Renungan Minggu 21 Februari 2021, Hari Minggu Prapaskah I

Bacaan: Kej. 9:8-15; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7ab,8-9; 1Ptr. 3:18-22; Mrk. 1:12-15

Kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Markus 1:15)

Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah, tidak merujuk pada suatu tempat. Namun Kerajaan Allah berarti Allah tampil sebagai raja atas kehidupan manusia dan dunia. Allah mengutus Yesus Kristus ke dunia untuk mewartakan tentang Kerajaan Allah. Bukan untuk menghukum atau membalas, melainkan untuk menyelamatkan dan melindungiΒ  manusia yang lemah, miskin, tersingkirkan dan juga para pendosa yang mau bertobat, sehingga mereka terluput dari kebinasaan.

Kerajaan Allah adalah pewartaan kerahiman Allah sehingga menjadi warta pengharapan. Kerajaan Allah adalah kekuatan ilahi untuk menyelamatkan, membebaskan manusia dari kemalangan dan dosa. Oleh karenanya, sabda dan karya Yesus lebih tertuju pada orang-orang menderita dan tersingkir.

Kerajaan Allah menuntut pertobatan, artinya hanya mereka yang mau bertobat dan meninggalkan kemelekatan duniawi yang dapat melihat dan merasakan kehadiran Allah. Kerajaan Allah bukan mengacu pada suatu tempat, tetapi lebih terwujud dalam bentuk rasa “damai, sukacita dan kesejahteraan”.

Kapan Kerajaan Allah terjadi? Kerajaan Allah sudah datang dalam diri Kristus dan sekarang sedang berlangsung, dan akan terwujud kelak ketika Yesus datang untuk kedua kalinya.

Untuk bisa mengalami Kerajaan Allah, tidaklah cukup kalau sudah bertobat dan mengalihkan hidup kepada hal-hal rohaniah, atau mengejar kesucian hidup pribadi, tetapi lebih dari itu, orang harus terus menerus bertobat, melekat pada pokok anggur, mendalami sabda-sabda serta meneladani kehidupan Yesus dan mempraktekan sabda-Nya dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Sudah “dekat” bukan berarti dalam waktu yang dekat, tetapi secara personal Allah sendiri dekat, “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru-seru kepada-Nya (Maz.145:18). Karena kesatuan-Nya dengan Allah, Yesus mengetahui Allah tidak mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka. Dia akan segera membenarkan mereka (Lukas 19:7-8).

Dalam perjalanan hidup, manusia seringkali terjatuh ke dalam dosa, tetapi mari kita belajar bangkit dan bangun lagi untuk menjadi manusia baru.

“Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari Surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari tahta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan berdiam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” ( Wahyu 21:2-3).

Salam dan doa.

FXST