Berjuang di Padang Gurun

Renungan Kamis 18 Februari 2021

Bacaan: Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25

Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. (Lukas 9:23-24)

Kita semua sudah memasuki masa Prapaskah, masa Retret Agung, masa pertobatan, masa pembaruan, kita masuk ke padang gurun dan mati raga selama 40 hari. Pada masa inilah kita harus berjuang seperti orang maju perang, berani mempertaruhkan diri untuk menang. Inilah masa pertobatan di mana kita harus mengalahkan dosa dan semangat mengikuti Yesus di jalan salib-Nya.

Injil hari ini mengingatkan saya untuk berani berjuang di padang gurun, bukan hanya santai saja. Sejak Oktober tahun lalu saya sudah mendapat izin dari romo paroki untuk mengadakan perayaan Ekaristi Minggu di Trawas dengan protokol kesehatan, tetapi ketika ada beberapa romo yang terpapar virus corona dan ada PPKM maka saya izin untuk libur lagi.

Selama ini saya bisa ikut misa harian dan misa Hari Minggu di Griya Samadhi Vincentius (GSV) Prigen dan tidak perlu repot memikirkan persiapan misa dan penjemputan umat , bagi saya pribadi lebih ringan dan santai. Tetapi hari ini Roh Kudus mengingatkan saya untuk lebih memikirkan umat stasi, saya harus mau repot setulus hati. Lalu saya menghubungi romo di GSV Prigen untuk minta pelayanan di Trawas.

Puji Tuhan, ternyata para romo dan suster di GSV sudah membicarakan hal tersebut dan siap melayani Misa Rabu Abu.

Saya berniat untuk mau lebih serius memikirkan kebutuhan orang banyak dan berani membawa lebih banyak orang agar semakin dekat dan semakin mencintai Tuhan Yesus.

Doa: Puji syukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau sangat baik, penuh kasih setia dan senantiasa memelihara keselamatanku. Kupersembahkan diriku sepenuhnya kepada-Mu untuk mengalami hidup baru dalam pimpinan Roh Kudus dan setia melakukan perintah-Mu. Terima kasih Tuhan. Amin. (MGND)