Terang Dunia

Renungan Kamis 28 Januari 2021, Peringatan Wajib Tomas Aquino

Bacaan: Ibr. 10:19-25Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6Mrk. 4:21-25

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.” (Markus 4:21)

Tidak dapat kita bayangkan apabila tidak ada matahari, tentu semua akan tampak gelap. Manusia tidak akan bisa menikmati alam sekitarnya, tidak akan mengenal satu sama lain. Peristiwa kecil yang sering kita alami, ketika malam hari listrik padam, kita akan kebingungan mencari sesuatu yang bisa memancarkan cahaya, bisa lampu senter, lilin, korek api, atau lampu darurat supaya bisa menerangi. Lalu bagaimana gembiranya kita ketika listrik menyala kembali.

Betapa pentingnya kehadiran cahaya dalam kehidupan, sungguh menjadi sesuatu yang sangat diperlukan oleh umat manusia. Cahaya berperan penting sebagai terang dalam kehidupan ini. Dengan hadirnya matahari sebagai sumber cahaya yang selalu menerangi bumi, makhluk hidup bisa melihat alam sekitarnya, bisa menikmati indahnya alam, bisa melakukan aktivitasnya dengan mudah.

Matahari sebagai sumber terang mengingatkan kita akan misi Gereja sebagai terang dunia. Gereja yang selalu memancarkan kecantikan, terang, kehangatan dan kekudusan. Pada zaman dahulu, semua orang tahu bahwa murid – murid Yesus adalah para nelayan. Ketika para nelayan atau murid-murid itu berjalan bersama Yesus, apa yang orang katakan, “Orang-rang ini berjalan dengan Yesus, mereka memancarkan kemuliaan Allah.” Mereka dapat melihat para murid memancarkan cahaya kemuliaan Allah ketika berjalan bersama Yesus.

Pertanyaannya, apabila orang melihat ke arah kita, apakah mereka dapat melihat kemuliaan Allah dalam diri kita? Apabila tidak, lalu kita ini berfungsi sebagai apa?

Kita dibaptis dan menjadi murid Kristus untuk suatu tujuan, bukan sekedar agar kita masuk surga. Kita diselamatkan agar kita dapat berfungsi sebagai terang bagi dunia. Kita dibaptis berarti kita dijadikan kudus. Jelas sekali bahwa tujuan kita dibaptis adalah diselamatkan. Tujuan Allah menyelamatkan kita supaya kita dapat dikuduskan yang artinya bahwa kehidupan kita pun harus kudus. Menjadi kudus berarti memancarkan kemuliaan Allah melalui kita. Sehingga orang yang melihat kita merasakan kehadiran Allah. Oleh karena itu kita harus berani mengubah penampilan dan gaya hidup kita untuk serupa dengan Kristus. Kita harus berani menanggalkan ego kita dan mengenakan Kristus di dalam kehidupan sehari-hari, mengubah kebencian menjadi cinta, mengubah orang berdosa menjadi kudus. Dengan demikian kita mampu mewujudkan Gereja sebagai terang dunia.

Doa: Puji syukur kepada-Mu ya Allah, atas apa yang boleh kami terima dan kami alami. Kami percaya bahwa semua itu karena rencana-Mu. Terlebih saat ini kami boleh mengalami sukacita karena kami bisa meikmati apa yang Engkau berikan, dan dengan pimpinan Roh Kudus kami boleh mendapatkan hikmat dari bacaan hari ini dengan baik. Kami mohon selalu agar Roh Kudus senantiasa membimbing kami agar menjadi terang bagi dunia seperti Kristus yang menjadi terang dunia. Demi Kristus Pengantara kami. Amin. (AJS)