Tenanglah

Renungan Rabu 6 Januari 2021

Bacaan: 1Yoh. 4:11-18;Mzm. 72:2,10-11,2-13;Mrk. 6:45-52

Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak. (Markus 6:48-49)

Para murid Yesus yang selama ini selalu mengikuti Yesus, rupanya belum mengenal Yesus sepenuhnya. Padahal mereka sering menyaksikan mukjizat yang dibuat Yesus.

Para sahabat yang terkasih, peristiwa di danau ini membuka mata iman kita untuk melihat kehadiran Yesus dan kuasa-Nya. Apabila Yesus hadir, maka angin dan badai lenyap. Demikian juga dengan masalah-masalah hidup pun berlalu. Melalui peristiwa Yesus berjalan di atas air, Dia membawa para murid-Nya dan kita semua pada iman yang benar. Dengan sabar Dia mendidik iman kita untuk terus bertumbuh.

Dengan sabda-Nya yang lembut Dia berkata, “Tenanglah Aku ini, jangan takut.” Dengan kesetiaan-Nya Dia mendampingi kita dan menghadapi gejolak hidup yang melilit kita.

Para sahabatku, kadang-kadang kita pun merasakan ketakutan dan kecemasan, saat kita mengalami penderitaan dan cobaan salah satunya adalah pandemi COVID-19 yang tidak kunjung selesai. Di mana-mana ribuan jiwa melayang, kadang kita bertanya kepada Tuhan Yesus: “Tuhan di manakah Engkau? Mengapa Engkau tidak musnahkan saja virus Corona dari muka bumi ini? Mengapa Engkau biarkan virus jahat ini memporak-porandakan dunia?”

Para sahabat yang dikasihi Tuhan, dunia dan seisinya terus berproses, manusia kadang-kadang menyalahgunakan kehendak bebas yang diberikan Allah dan memilih jalan yang bertentangan dengan kebijaksanaan Allah. Kita tahu bahwa Allah menciptakan kita adalah untuk dijadikan sasaran kasih-Nya. Allah tetap setia. Dia tidak pernah meninggalkan orang-orang yang percaya. Kesombongan kitalah yang kadang-kadang membuat kita tidak bisa merasakan hadirat Allah. Seperti yang dialami oleh murid-murid Yesus yang mengalami ketakutan di atas perahu.

Semoga semakin hari kita semakin percaya akan penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita. Sehingga topan, badai, angin sakal boleh terjadi, tetapi kita tetap tenang dalam perlindungan Tuhan. Amin. (TFK)