Kuasa Seorang Guru

Renungan Minggu 31 Januari 2021

Bacaan: Ul. 18:15-20; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; 1Kor. 7:32-35; Mrk. 1:21-28

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” (Markus 1:27)

Hari ini adalah peringatan Santo Don Bosco yang juga merupakan santo pelindung para guru. Injil hari ini juga memperlihatkan bagaimana orang-orang takjub akan Yesus sebagai seorang Guru. Giovanni Melchior Bosco lahir pada tahun 1815 di Becchi, daerah Piedmont Italia. Ketika usia dua tahun ayahnya telah meninggal dan dia dibesarkan oleh ibunya Margaret Bosco yang hidup bekerja keras untuk menghidupi ketiga anak lelakinya.

Ketika usia sembilan tahun, Giovanni mendapat mimpi yang menyatakan panggilan hidupnya. Di mimpi itu ia dikelilingi anak-anak nakal yang berkelahi dan dia tidak dapat melerainya. Tiba-tiba dalam mimpinya tampak seorang wanita yang berkata, ”Dengan lemah lembut, dengan lemah lembut… Kalau kamu mau memenangkan hati mereka! Ambillah tongkat gembalamu dan pimpinlah mereka ke padang rumput.” Dalam sekejap anak-anak itu berubah, dari yang tadinya seperti binatang buas kemudian menjadi anak-anak domba yang jinak. Sejak saat itu Giovanni tahu bahwa tugasnya adalah memimpin dan membantu anak anak laki laki yang lain.

Giovanni yang dari masa mudanya juga dipanggil Don Bosco sering mengajar Katekismus kepada anak-anak dan membawa mereka ke gereja dengan caranya sendiri. Ia menarik mereka dengan sulap, menantang berlomba sehingga anak-anak senang dan mengikuti dia menuju ke gereja karena mengaguminya.

Don Bosco masuk seminari pada usia 16 tahun. Masuk seminari merupakan perjuangan keras baginya karena Don Bosco sangat miskin, uang kebutuhan dan pakaian diperoleh dari sumbangan. Di Turin dia belajar teologi dan membantu anak-anak yang terlantar dan tidak punya tempat tinggal. Awalnya ada yang membantu menyediakan tempat tetapi karena anak-anak laki-laki sering ribut maka Don Bosco harus memindah tempat tinggal dengan menyewa sebuah gudang tua. Namun justru kegiatannya malah semakin berkembang hingga mencapai 600 anak laki-laki.

Yang terbaik dalam pengajaran Don Bosco adalah ia dapat mengatur mereka tanpa hukuman. Dia mengatakan dengan rahmat Tuhan, dia selalu memperoleh juga dari anak-anak yang tampaknya tidak ada harapan (yang nakal sekalipun) apa yang dia harapkan. Anak-anak didiknya tahu membedakan apa yang baik dan yang jahat. Ordo yang dibentuk Don Bosco tahun 1854 dinamai Ordo Salesian yang sangat berkembang. Ketika Don Bosco wafat, sudah ada 800 orang Salesian, dan tahun 1929 sudah menjadi 8000 orang.

Bacaan hari ini kita diperlihatkan bagaimana Yesus mengusir roh jahat dari seseorang. Hari ini pula kita diingatkan melalui Santo Don Bosco bagaimana dia bisa memutar balikkan dari anak-anak laki-laki yang dianggap tidak berguna, anak yang nakal menjadi anak-anak yang sangat baik dan berguna bahkan banyak di antaranya yang menjadi imam, seperti dikatakan di atas bahwa anak-anak didiknya bahkan bisa membedakan apa yang baik dan jahat.

Kita bisa melihat di sini bagaimana seorang pendidik, seorang guru bisa mengusir hal-hal yang buruk yang ada di dalam diri seorang murid melalui caranya yang tidak biasa tanpa melalui hukuman. Bisakah kita melihat orang lain yang mungkin menurut orangΒ  lain adalah orang yang bermasalah, tetapi melalui kasih yang diajarkan Yesus Kristus kita mengubah hati mereka? Kita tidak boleh berputus harapan karena kita tahu Tuhan selalu berharap semua orang harus diselamatkan.

Doa: Allahku yang kukasihi, hari ini Engkau mengingatkan kami bagaimana Santo Don Bosco bisa mengubah seseorang yang kelihatannya tidak berpengharapan menjadi anak-anak kesayangan-Mu. Ya Allah Roh Kudus kami mohon curahkanlah kepada kami Roh Kebijaksanaan agar kami mampu untuk menghadapi anak-anak kami, atau orang lain dengan kasih bukan melalui perdebatan tetapi melalui kegembiraan dan lemah lembut seperti Santo Don Bosco yang ajarkan kepada kami. Sehingga semua orang bisa merasakan kasih-Mu dan menjadi pengikut-Mu yang setia. Semua doa dan pengharapan kupanjatkan semoga Engkau terima di hadirat-Mu dengan perantaraan Putra-Mu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin. (AlX)