Ketekunan

Renungan Jumat 29 Januari 2021. Pekan Biasa III

Bacaan: Ibr. 10:32-39; Mzm. 37:3-4,5-6,23-24,39-40; Mrk. 4:26-34

Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. (Ibrani 10:36)

Pepatah Jawa mengatakan: “Sing sapa telaten bakal panen.” artinya siapa mau bertekun pastilah nantinya akan menuai hasilnya. Bicara masalah ketekunan ini, saya bisa ambil contoh dari para petani brambang (bawang merah) di Nganjuk. Mereka sudah terbiasa mengatakan bahwa memelihara tanaman brambang itu sama dengan merawat bayi. Perlu siaga siang malam, panas atau hujan, bahkan dalam keadaan kantong bokek sekalipun, perawatan brambang terus dilakukan dengan penuh ketekunan; mulai dari persiapan lahan, pengairan, pemupukan dan penanggulangan hama. Pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit mereka sudah selesai penyemprotan hama. Ini semua dilakukan karena mereka ingin panen dengan hasil yang baik. Tidak jarang pula mereka rugi ratusan juta karena gagal panen, namun demikian tidak menyurutkan niat untuk menanam brambang di musim berikutnya. Harapannya, memperoleh hasil yang baik.

Ketekunan dan kesabaran menjadi modal utama kita untuk mencapai yang kita inginkan. Ketekunan itu tidak menunggu dalam diam dan pasif, tetapi ketekunan itu bergerak, berjuang dan aktif. Ketekunan adalah sikap pantang menyerah dan  tidak mudah goyah, mau terus mencoba sampai menemukan solusi jika ada tantangan yang harus diatasi. Daya tahan kita akan terlatih berkat ketekunan yang kita miliki manakala mengadapi berbagai persoalan hidup. Fokusnya adalah tekun melakukan kehendak Allah dan orientasinya adalah kehidupan masa depan yang akan diraih, yaitu kehidupan yang tentram, damai dan bahagia. Jika sudah demikian, maka segala pahit getirnya proses kehidupan yang harus kita jalani haruslah  dipercaya sebagai salib yang harus kita pikul. Kita satukan dengan salib penderitaan Kristus supaya terasa ringan, dan akhirnya mendapat kemuliaan bersama dengan kebangkitan-Nya. Itulah sebabnya “Kamu sungguh memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibr 10:36).

Dalam kehidupan spiritual kita, kegiatan pelayanan kita sebagai murid Kristus, ketekunan dan kesabaran sungguh diperlukan. Tuhan ingin agar kita terus bertahan dalam menghadapi setiap godaan. Si jahat akan melakukan apa saja untuk menggoda kita supaya kehilangan keselamatan di dalam Tuhan. Mungkin kita sedang mengalami masalah keuangan atau ekonomi yang sangat sulit. Masalah keluarga yakni komunikasi  dengan pasangan hidup atau dengan anak-anak yang kurang harmonis. Bisa jadi kita sedang mendapat cercaan atau cemoohan atas pelayanan kita justru dari saudara seiman, dan masih banyak persoalan yang bisa melemahkan daya tahan dan semangat juang kita untuk melayani. Marilah tetap bertekun dan fokus dalam melakukan kehendak Allah, mohon berkat dan kekuatan dari-Nya, Tidak lelah dalam mendekatkan diri pada Tuhan, membaca firman-Nya dan terus mensyukuri berjuta karunia yang telah kita terima, niscaya kita akan tetap merasakan damai dan sukacita. Kita renungkan juga surat Paulus kepada jemaat di Galatia, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik,karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Gal 6:9).

Doa: Syukur aku panjatkan kehadirat-Mu ya Tuhan atas segala karunia yang telah aku terima. Karena segala kekuranganku, mohon kekuatan dari-Mu agar aku mampu bertekun melaksanakan kehendak-Mu yaitu ambil bagian dalam menyalurkan berkat bagi sesama. Demi kemuliaan-Mu Bapa, yang bersama Putera dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa sepanjang masa. Amin. (MYM)