Hamba-Mu Mendengarkan

Renungan Minggu 17 Januari 2021

Bacaan: 1Sam.3:3b-10,19; Mzm 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 6:13c-15a,17-20; Yoh. 1:35-42

Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: ”Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Dan Samuel makin besar dan Tuhan menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. (1Sam 3:10,19)

Sebagai seorang Katolik yang dibaptis sejak bayi, tindakan dan cara berpikir saya tidak jauh berbeda dengan orang-orang non-kristiani, meskipun dalam kehidupan sehari-hari saya mengikuti aturan-aturan agama Katolik yang saya dapatkan dari sekolah karena saya bersekolah di sekolah Katolik, juga dari orang tua saya yang mengajarkan bagaimana saya harus berdoa sebelum dan sesudah makan, juga saya harus mengikuti perayaan Ekaristi setiap hari Minggu.

Belajar dari kisah Samuel, ketika ia mengatakan kepada Tuhan, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”, maka agar saya dapat menjadi seorang Katolik yang sejati, saya pun harus seperti Samuel. Saya harus membaca firman Tuhan setiap hari dan melakukan apa yang Tuhan firmankan. Firman Tuhan akan menuntun dan membentuk saya agar dapat berbuah semakin serupa dengan Tuhan Yesus, agar saya mengalami transformasi diri, sehingga orang lain dapat mengenali bahwa saya seorang Katolik dan saya seorang murid Tuhan Yesus, karena saya melakukan seperti yang Tuhan Yesus lakukan.

Sebelum membaca firman Tuhan, saya berdoa seperti yang Samuel katakan, “Bersabdalah ya Tuhan, hamba-Mu siap mendengarkan dan melakukannya.”

Beberapa hari yang lalu saya merasa terganggu oleh seseorang yang seringkali meminta tolong kepada saya padahal menurut saya seharusnya dia dapat melakukan sendiri. Saya merasa ingin sekali menolak dan marah, tetapi saya ingat ketika Tuhan Yesus lelah karena melayani orang banyak, Tuhan masih memiliki belas kasih untuk menolong orang lain. Mengapa dalam hal kecil ini saya begitu merasa terganggu? Mengapa saya tidak punya belas kasih? Maka akhirnya saya melakukan seperti yang Tuhan Yesus lakukan, saya menolong orang tersebut.

Doa:

Tuhan Yesus terima kasih untuk Roh Kudus yang terus  Kau curahkan dalam hatiku, aku mau Engkau terus yang memimpin hidupku sehingga aku dapat menjadi murid-Mu yang sejati dan menjadi pembawa kabar baik bagi orang di sekitarku. Amin. (CTS)