Dipanggil Menjadi Murid Kristus

Renungan Jumat 22 Januari 2021

Bacaan: Ibr. 8:6-13; Mzm. 85:8,10.11-12,13-14; Mrk. 3:13-19.

“Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendakiNya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.” (Markus 3:13-14)

“Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya…”, menjadi pengikut Kristus, menjadi murid Kristus merupakan suatu panggilan. Dalam rencana kehendak-Nya, Tuhan memanggil dan memilih setiap kita untuk mengikuti-Nya. Tetapi tidak cukup hanya mengikuti Dia, kita dipanggil lebih lanjut untuk menjadi murid-murid Kristus.

Dalam konteks masyarakat Yahudi, hubungan antara Rabbi dan muridnya, merupakan suatu hubungan yang dekat dan pribadi, demikian juga ketika dipanggil menjadi murid-murid Kristus, maka kita dipanggil memiliki suatu hubungan pribadi yang dekat dan mendalam dengan Sang Guru, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Seperti panggilan para Rasul yang kita renungkan dalam perikop Injil hari ini, maka kita dipanggil untuk pergi mengikuti dan menyertai Yesus di mana pun. Dalam arti kita dipanggil untuk berelasi secara pribadi dan terus-menerus dengan Yesus, Tuhan dan Guru kita.

Menjadi murid Kristus, kita dipanggil untuk terus belajar dari Sang Guru, “Belajar pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati” (Matius 11:29). St. Fransiskus dari Sales menyatakan: “Dua sifat utama dari Tuhan Yesus adalah kelemahlembutan dan kerendahan hati.” Maka bagi kita setiap murid Kristus, dipanggil untuk semakin menyerupai Dia. Akhirnya menjadi murid Kristus, berarti dipanggil menyertai Dia di mana pun, baik ketika Dia menderita, wafat di salib dan bangkit dengan mulia. Sehingga rasul Paulus menyatakan keinginan dan kerinduannya: “Yang kukehendaki ialah mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3:10-11).

Doa

Tuhan Yesus, segala pujian dan syukur atas panggilan-Mu kepada kami, terima kasih Engkau memanggil kami menjadi murid-muridMu, berilah kami rahmat dan pertolongan Roh Kudus-Mu, agar kami sungguh-sungguh memiliki relasi pribadi dengan-Mu dan mengikuti-Mu dalam seluruh perjalanan-Mu. Amin. (ET)