Dia Semakin Bertambah

Renungan Sabtu 9 Januari 2021

Bacaan: 1 Yoh 5:14-21; Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b; Yoh 3:22-30

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yohanes 3:30)

Ketika saya membaca dan merenungkan dari bacaan pertama, Tuhan mengingatkan dan saya kembali mendapat peneguhan akan iman percaya kepada Tuhan bahwa tiap langkah hidup saya tidak pernah lepas dari penyertaan Tuhan. Sebagai anak-Nya, saya dituntut untuk selalu mempunyai relasi yang akrab dengan-Nya, yaitu melalui firman dan doa.

Dengan iman percaya, saya mempunyai keberanian untuk meminta sesuatu dari Tuhan dalam doa dan saya mengimani bahwa doa saya dikabulkan sesuai dengan kehendak-Nya.

Sebagai anak Allah, Tuhan meminta saya untuk mempunyai relasi yang akrab dengan Tuhan dalam firman dan doa, maka saya pun dituntut untuk menjauhi kejahatan, karena semua kejahatan adalah dosa. Dalam bacaan pertama dikatakan bahwa seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

Dalam hidup keseharian, saya harus selalu waspada dan mohon bimbingan Roh Kudus agar bisa menjadi pelaku firman, hidup dalam Roh dan Kebenaran, dan berusaha menjaga perkataan dan perbuatan agar saya jauh dari dosa dan kesalahan. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi saya. Oleh karena itu saya harus mengambil sikap untuk selalu menjaga relasi yang akrab dengan Tuhan melalui doa dan firman setiap hari.

Apa yang saya minta dan doakan itu merupakan kasih dan kemurahan Tuhan buat hidup saya.

Juga dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan kembali mengingatkan dan menyadarkan saya bahwa segala yang saya terima itu adalah berkat kasih setia Allah pada saya. Tuhan menginginkan agar saya dapat selalu menceritakan kasih dan kebaikan Tuhan kepada orang di sekeliling saya tentang apa yang saya alami dalam kehidupan sehari-hari, sekecil apapun peristiwanya.

Tuhan  menyuruh saya untuk membagikan cerita tentang kasih Allah. Melalui berbagi cerita tentang kebaikan kasih Tuhan kepada orang di sekeliling saya, saya semakin disadarkan bahwa Tuhanlah yang bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Semua yang terjadi bukan karena kehebatan dan kemampuan saya, tetapi semua hanya anugerah dan kemurahan Tuhan saja. Dengan menceritakan tentang kasih Tuhan, saya terus-menerus disadarkan bahwa semakin hari saya semakin kecil dan Tuhan Yesus semakin besar.

Sebagai anak Allah dan kita yang terpanggil sebagai hamba Allah, kita sepatutnya meneladani sikap Yohanes Pembaptis dalam bacaan Injil  yang semestinya bangga akan pelayanannya dan menjadikan dia semakin besar. Tetapi sikap kerendahan hati yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis, itulah sikap yang harus kita teladani. Sadar bahwa dia hanyalah alat untuk menjadikan Yesus semakin besar, alat untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus dan membawa orang sebanyak mungkin datang pada Yesus dan bukan membesarkan dirinya sendiri.

Menjadi refleksi dan pertanyaan bagi diri saya secara pribadi,

  • Apakah saya merasa dekat dengan Tuhan melalui doa dan firman, saya sudah benar-benar lepas dari dosa ataukah sebaliknya, meskipun keliatannya bukan kejahatan yang besar, tetapi ada saja perbuatan dan perkataan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya.
  • Sudahkah saya selalu menyadari akan kebaikan Tuhan dalam hidup saya serta dengan rendah hati dan tanpa malu menceritakan kemurahan dan kasih Tuhan yang telah saya terima dalam hidup sehari-hari, sekecil apapun peristiwanya  ataukah sebaliknya, saya merasa apa yang saya raih saat ini karena kepandaian, kemampuan  atau kehebatan saya semata.

Melalui permenungan saya akan bacaan hari ini, saya teringat akan lagu ini:

Dia harus makin bertambah
‘ku harus makin berkurang
Nama Yesus saja disembah
‘ku di tempat paling b’lakang
Bila Yesus ditinggikan
Dan salib-Nya dib’ritakan
Pasti Dia menarik semua orang
Datang kepada-Nya s’karang

Doa:

Tuhan Yesus , terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Kau menyadarkan agar aku harus semakin berkurang dan Engkau Yesus semakin bertambah. Ajar aku untuk bersikap selalu rendah hati dan menyadari akan kasih dan kebaikan-Mu dalam hidupku. Aku mohon bimbingan Roh Kudus untuk memimpinku tiap hari dan menjauhkanku dari yang jahat. Terima kasih Tuhan. Amin.

Kasih karunia dan kemurahan Tuhan Yesus menyertai kita semua. (RE)