Percaya dan Berserah

Renungan Sabtu 26 Desember 2020 , Pesta St. Stefanus Martir Pertama

Bacaan: Kis. 6:8-10; 7:54-59Mzm. 31:3cd-4,6,8ab,16bc,17Mat. 10:17-22

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 10:22)

Manusia hidup tidak luput dari masalah dan perjuangan. Kita merencanakan kehidupan kita dengan sebaik mungkin, bahkan, tidak hanya sekedar merencanakannya, kita juga sudah melakukan yang terbaik dan mengharapkan keberhasilan. Namun, seringkali hal tetap tidak berjalan sesuai rencana karena ada hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan dan yang tidak dapat kita prediksi. Hal ini membuat segala sesuatu yang kita harapkan baik bagi semua orang bisa menjadi berantakan b1ahkan banyak orang merasa tidak puas, marah, menuduh kita dan kita harus menanggung semua akibat yang dilemparkan kepada kita.

Pada bacaan hari ini di Kisah 6:8-10, kita menyaksikan, bagaimana Stefanus yang penuh dengan karunia kuasa, mengadakan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda bagi kebaikan dan keselamatan orang banyak, tetapi tampaknya ada orang-orang yang tidak menyukainya karena mereka tidak sanggup melawan hikmatnya. Terlebih lagi para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hati, tidak tahan dan menggertakan gigi, sehingga mereka menyeret Stefanus ke luar kota, lalu melemparinya sampai mati. Stefanus hanya berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”

Pada Injil Matius hari ini, Yesus mengatakan supaya waspada. Hal ini  menggambarkan bagaimana kita sebagai murid Kristus penuh risiko dan sudah merupakan konsekuensi yang harus ditanggung. Sebagai seorang murid , kita harus menyangkal diri, menerima penolakan, dan memikul salib kita setiap hari.

Setiap hari kita berhadapan dengan berbagai persoalan dan godaan, realitas manusia dan dosa-dosa sosial yang mengusik hati nurani kita. Dalam Injil Matius dikatakan bahwa kita akan dibenci semua orang oleh karena nama Yesus; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Ya, kita akan teguh dalam janji Kristus.

Rahasia Stefanus, cinta kasih Allah yang hidup dalam dirinya, membuat iman percaya yang begitu kuat dan tidak takut. Stefanus hanya terus melaksanakan tugasnya dengan mengandalkan janji Tuhan untuk mempunyai iman berserah.

Oleh karena itu, penting bagi kita belajar berserah sebagai orang Kristen yang mengaku percaya kepada Allah, selalu bersekutu sehingga kasih-Nya memenuhi diri kita, maka kita dapat makin mengimani dan berserah pada Allah, percaya akan kasih-Nya.

Maka, di dalam segala persoalan, hati kita hanya tertuju pada besarnya kasih Allah dan rencana Allah pada kita, maka kita sanggup berjalan di dalam hidup yang penuh persoalan ini. Amin. (WYN)