Pembuka Jalan

Renungan Rabu 23 Desember 2020

Bacaan: Mal. 3:1-4; 4:5-6Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14Luk. 1:57-66

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! (Maleakhi 3:1a)

Shalom Saudara Saudariku yang dikasihi Tuhan Yesus.

Bacaan liturgi gereja hari ini mengingatkan akan tugas perutusan kita. Kelahiran setiap kita di dunia ini bukanlah suatu kebetulan, tetapi Tuhan punya tujuan atas hidup kita. Seperti Yohanes Pembaptis yang terlahir sebagai utusan yang membuka jalan bagi Tuhan Yesus, begitu juga dengan kita semua yang sudah dibaptis. Oleh rahmat Sakramen Baptis, kita mengalami kelahiran baru, tujuan hidup menjadi jelas, menjadi seorang utusan yang membuka jalan bagi Tuhan, sehingga orang-orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang adalah kasih.

Seperti Tuhan mengutus nabi Elia, kita semua yang sudah dibaptis juga adalah utusan-utusan Tuhan yang membawa dampak, sehingga “Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah”. (Mal 4:6).

Jika manusia menolak rahmat kasih Tuhan, maka dia akan berhadapan dengan keadilan Tuhan. Jika ini yang terjadi, hanya ada satu kata, ‘binasa’, karena keberdosaannya.

Marilah dengan hati penuh kasih dan sukacita, kita melaksanakan tugas perutusan ini dengan menyampaikan Kabar Baik kepada setiap orang yang kita jumpai dalam hidup kita sehari-hari, sehingga mereka mau mengalihkan perhatiannya dan dengan penuh syukur datang sujud menyembah kepada Tuhan yang baik dan benar, penuh kasih setia (Mzm. 25:8-10).

Saat kita mengabaikan tugas perutusan ini, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban dari kita.

Doa: Tuhan, jangan biarkan aku menulikan telinga dan mengeraskan hati, sehingga mengabaikan tugas perutusan ini. Beri hati yang lembut, penuh belas kasih dan memiliki kepedulian terhadap sesama kami. Allah Roh Kudus, tolong mampukan kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin. (HLTW)