Menjadi Seperti Yohanes

Renungan Minggu 6 Desember 2020 Hari Minggu Adven II

Bacaan: Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8.

Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; (Markus 1:2)

Ketika kita menengok ke belakang, Yesus turun menjadi manusia 2000 tahun yang lalu, disalib, wafat, bangkit dan kembali naik ke surga. Sebelum kelahiran Yesus, ternyata sudah ada utusan-Nya yang mendahului Yesus. Dan ketika saat ini kita merenungkan masihkah kita perlu menjadi seperti Yohanes Pembaptis? Mempersiapkan jalan bagi Yesus? Ataukah tugas mempersiapkan kedatangan Tuhan sudah selesai, karena telah dikerjakan dengan sempurna oleh Yohanes Pembaptis?

Sebagai pengikut Kristus kita harus ingat bahwa kita telah mengetahui bahwa Yesus akan datang kembali untuk kedua kalinya ke dunia ini. Kedatangannya akan menjadi hakim atas manusia saat Pengadilan Umum. Kalau kita sebagai umat-Nya telah mengetahui akan rencana Yesus yang akan datang kembali, sudahkah kita menyampaikan rencana kedatangan Yesus yang kedua kalinya kepada sesama terutama orang-orang yang kita kasihi? Agar semua orang yang kita kasihi bisa bersama dengan kita dalam Kerajaan Surga.

Saudara-saudara yang saya kasihi, saat ini pun kita tetap harus menjadi seperti Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan untuk orang lain agar bisa mengenal lebih dalam Tuhan kita Yesus Kristus yang ingin menyelamatkan semua umat manusia, dan Yesus pun juga telah menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang mau, untuk diselamatkan-Nya. Jadi saat-saat ini kita sebagai orang yang telah tahu akan rencana Tuhan kita harus membantu memberi tahu kepada orang-orang lain dengan cara seperti Yohanes Pembaptis.

Di dalam Injil Markus 1:6 ”Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.”

Yohanes dalam mempersiapkan jalan Tuhan ternyata dengan pengosongan diri membuat dirinya menjadi semakin kecil agar Yesus yang datang menjadi semakin besar. Saat ini bisakah kita menghilangkan rasa sombong kita, bisakah kita mengendalikan diri kita? Ini akan menjadi permenungan selama masa Adven kita ini, Adven bagi kita seharusnya bukan berhura-hura mempersiapkan pesta Natal dan pesta tahun baru, membeli baju baru mempersiapkan makanan yang enak-enak. Saat-saat pandemi yang masih berlangsung hingga kini, kita harus bercermin kepada Yohanes Pembaptis bagaimana cara mempersiapkan jalan untuk kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana rencana kita mengadakan perayaan Natal apakah dengan berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.

Kita harus ingat bahwa sebenarnya setiap hari Jumat kita memiliki kewajiban melakukan mati raga, seperti tercantum di Kan. 1251. Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus. Semoga dalam minggu-minggu Adven ini kita bisa mempersiapkan jalan untuk kedatangan Yesus dengan cara seperti Yohanes menjadi kecil agar Yesus yang menjadi semakin besar.

Doa

Allahku yang kukasihi hari ini Engkau mengingatkan kami bagaimana Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Putra-Mu, Ya Allah Roh Kudus kami mohon curahkanlah kepada kami penguasaan diri, sehingga kami saat ini bisa mempunyai hati yang peka terhadap orang yang lain, agar kami menjadi tidak sombong, dan kami lebih mau untuk melayani daripada dilayani. Sehingga hidupku semakin hari semakin dapat memancarkan kasih-Mu kepada sesama. Semua doa dan pengharapanku, kupanjatkan, Kau terima di hadirat-Mu dengan perantaraan Putra-Mu yang terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin. (AlX)