Membawa Kristus Ke Dalam Kehidupan

Renungan 3 Desember 2020

Bacaan: 1Kor. 9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-20.

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Markus 16:20)

Di zaman moderen saat ini, dengan tuntutan kebutuhan hidup yang semakin banyak, memaksa setiap orang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hari-harinya disibukkan dengan bekerja, mengumpulkan harta dunia yang bisa lapuk dan habis dimakan ngengat, tanpa menyadari hakikatnya sebagai makhluk Tuhan. Manusia semakin sedikit mempunyai waktu untuk Tuhan. Sedikit demi sedikit tanpa disadari, manusia terjebak dalam kehidupan dunia, yang mestinya bekerja untuk hidup, justru malah sebaliknya yaitu hidup untuk bekerja sehingga hari-harinya disibukkan dengan bekerja untuk mendapatkan uang, tanpa memperdulikan kehidupan rohaninya.

Kehidupan spiritualitas hanya sebagai suatu kewajiban semata: yang penting berdoa, yang penting ke gereja, semua kehidupan rohaninya dilakukan hanya sekedar syarat tanpa menghadirkan Allah di dalam kehidupannya.

Injil hari ini mengingatkan kita, mengajak kita untuk sadar dan menyadari bahwa saat kita menyerahkan diri untuk dibaptis, saat itu pulalah kita menerima serta mengemban β€˜Amanat Agung’ dari Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah. Bagaimana kita akan bisa mewartakan Kerajaan Allah, kalau dalam hidup, kita hanya disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan dunia, kalau di benak kita hanya uang dan uang. Tanpa kita sadar bahwa ketika disibukkan oleh pekerjaan dunia dan dijanjikan oleh kenikmatan dunia, saat itulah kita terseret dalam bujuk rayu si jahat yang menginginkan kita semakin menjauhkan diri dari Allah. Dengan demikian rencana Allah tidak terlaksana dalam hidup kita.

Dengan semangat pembaptisan dan penyerahan diri untuk dipimpin Roh Kudus kita harus berani membawa Kristus ke dalam kehidupan kita sehari-hari, harus berani meninggalkan ego kita, kita harus mengubah pola pikir kita dari hidup untuk uang menjadi hidup untuk Kristus. Dengan demikian kita telah melaksanakan perintah Kristus β€˜Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala mahluk.’

Tentu akan banyak tantangan yang kita hadapi, tidak semulus seperti apa yang kita pikirkan dan tidak memberikan apa yang diberikan dunia. Namun ketika kita melaksanakan dengan sepenuh hati, Allah tidak akan membiarkan kita sendirian dan janji Allah akan dipenuhi.

DOA

Ya Allah Bapa sumber kekuatan, syukur bagi-Mu karena segala kemurahan-Mu. Kami boleh mengalami sukacita, kami boleh merasakan kasih-Mu yang tiada batas. Syukur pada-Mu kami boleh melayani-Mu dengan apa yang kami bisa. Kami ingin melayani-Mu lebih lagi. Kami mohon rahmat-Mu dan pimpinan Roh Kudus semoga kami semakin Engkau mampukan untuk melaksanakan kehendak-Mu dalam diri kami, demi Kristus pengantara kami. Amin. (AJS)

.