Melimpah Dengan Syukur

Renungan Kamis 31 Januari 2020

Bacaan: 1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Kol. 2:4-15, Yoh. 1:1-18.

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:7)

Setiap akhir tahun (tanggal 31 Desember) umumnya kita merenungkan kehidupan dan merencanakan segalanya untuk tahun depan yang lebih baik (resolusi akhir tahun). Bagian terpenting adalah bersyukur. Mungkin refleksi diri kali ini akan lebih “emosional” karena kita berjuang untuk menang dalam masa pandemi yang memporak-porandakan hampir semua segi kehidupan.

Biasanya saya minum segelas air putih tepat pada pukul 00.00. Apapun kegiatan atau acaranya, saya akan meneguk perlahan-lahan menikmati “rasa” tawar sambil menutup mata memikirkan tentang Tuhan dengan segala kebaikan-Nya, kemudian saya berkata: “Terima kasih Bapa.” Hanya kalimat itu yang saya ucapkan berulang-ulang. Kemudian refleksi ini akan berkembang lebih dalam atau menjadi dangkal bila kebetulan saya berada di keramaian.

Di tengah menulis renungan ini, tiba-tiba saya “blank” sehingga berhenti sejenak meminum segelas air. Saat asyik menikmati “ketawaran” air, tiba-tiba air mata saya mengalir deras, menangis cukup lama karena teringat kebaikan-Nya lalu hati saya berlimpah dengan rasa syukur.

Ya, walaupun keadaan saat ini mungkin tidak sesuai dengan harapan tapi Allah menghendaki hati kita melimpah dengan syukur. Saat tak mampu melihat tangan-Nya, percayalah pada hati-Nya.

Doa

Bapa bukalah mata rohani kami agar mampu melihat penyelenggaraan Ilahi-Mu sehingga hati kami berlimpah dengan syukur. (LNO)