Kekuatan Baru

Renungan Rabu 9 Desember 2020, Pekan Adven II

Bacaan: Yes. 40:25-31Mzm. 103:1-2,3-4,8,10Mat. 11:28-30

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:30-31)

Saya telah banyak berubah karena iman pada Tuhan yang selalu memberi kekuatan baru. Saya dulu seorang pemalu, tidak percaya diri dan kurang bersemangat. Sekarang saya dapat merasakan gelora semangat yang menyala-nyala dalam diri. Dari mana saya menimba semangat itu? Apakah saya pernah jatuh, hilang semangat, khawatir dan takut? Jawabannya:ya,pasti pernah. Saya jatuh tetapi belajar bangkit lagi, jatuh lagi dan belajar bangkit lagi. Saya dapat merasakan pada saat saya jatuh itu,saya kehilangan iman pada Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan saya, tetapi saya yang tiba-tiba melepas pegangan saya pada Tuhan sang pokok anggur. Saya dapat bangkit karena berpegangan kembali pada-Nya, menaruh kepercayaan pada Allah Tuhan kita. TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya (Yesaya 40:28b-29).

Pada saat kita memiliki masalah dan berbeban berat, kita tahu dan ingin datang pada Yesus. Namun kadang kita tidak datang pada-Nya dengan hati yang bulat. Kita datang hanya dengan setengah iman, setengah hati, setengah percaya. Kita masih mengandalkan kekuatan diri dan tidak berserah penuh pada penyelenggaraan Tuhan. Karena itu kita akan terus terbeban. Tuhan bersabda: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:29-30).

Mari berserah pada Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi. Mari kita renungkan, apakah kita sudah menyerahkan juga segenap akal budi kita. Pertolongan Tuhan sangat ajaib, kadang akal budi kita tidak dapat menjangkaunya. Memang tampaknya sulit, terus berjuang dan bergumul. Serahkan semua masalah kita bukan sesuai dengan kehendak kita, tetapi marilah berserah pada kehendak-Nya. Percayalah, Tuhan pasti berikan yang terbaik pada kita. Percaya dengan hati yang penuh dan bulat.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk kasih setia dan dukungan-Mu yang tidak pernah lelah dan lesu. Ampuniku yang belum menaruh kepercayaanku sepenuhnya kepada-Mu. Daku ingin menyerahkan seluruh pergumulan hidupku ke dalam tangan-Mu. Berilah iman yang lebih teguh untuk dapat melihat dan menerima karunia-karunia-Mu dan memikul kuk yang lembut dengan penuh kerendahan hati. Amin. (idj)