Jangan Takut

Renungan Minggu 20 Desember 2020 – Hari Minggu Adven IV

Bacaan: 2Sam. 7:1-5,8b-12,14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.” (Lukas 1:30)

Di tahun 2020, berapa kali rasa takut melanda perasaan ini? Bukan rasa takut biasa, melainkan ketakutan yang menggerakkan pikiran ke arah hal-hal di luar akal budi. Hanya mendengar suara batuk atau bersin, bisa membuat perasaan takut tertular dan bayangan sesak nafas muncul dan mengakibatkan gerak refleks untuk segera pergi menjauh.

Keadaan seperti ini mengikis rasa percaya, termasuk kepercayaan pada Sabda Tuhan yang seringkali dibaca di Kitab Suci, didengar dari kata-kata para Imam atau pewarta. Sadar atau tidak, banyak orang terseret ke dalam kondisi demikian.

Hari ini, sekali lagi Tuhan bersabda melalui Malaikat Gabriel kepada Maria: “Jangan takut.” Ketakutan melemahkan kualitas hidup umat beriman. Hidup berkualitas berarti mengambil keputusan tepat sehingga kehendak Allah terjadi dalam hidup ini. Ketakutan membuat banyak orang beriman mengambil keputusan berdasarkan kehendaknya sendiri, karena disangka itulah yang akan membuat hidupnya aman dan selamat dari risiko-risiko yang menakutkannya. Sebagai manusia yang berkehendak bebas, Maria dihadapkan pada pilihan: menerima atau menolak mengandung anak yang dari Roh Kudus. Apakah yang dapat direnungkan dan dijadikan pedoman hidup dari sikap Bunda Maria ini?

Semestinya Maria juga mengalami pergolakan perasaan seperti manusia pada umumnya saat itu. Namun dia mengambil keputusan pertama yang sangat tepat, sehingga langkah-langkah selanjutnya pun bergerak mengalir sesuai dengan kehendak Tuhan. Apakah keputusan awalnya? Percaya sepenuhnya kepada sabda Tuhan: “Jangan takut, hai Maria…” Keputusan dapat diambil karena Maria tahu kepada siapa dia percaya.

Bagaimana keputusanku di akhir tahun 2020? Seperti Bunda Maria, yang tidak bisa melihat kejadian-kejadian di hari-hari depannya, demikian pula aku saat ini. Apakah yang akan terjadi di tahun 2021? Aku tidak tahu, tetapi aku tahu kepada siapa aku percaya. Dia yang dinamai Imanuel – Allah menyertai kita.

Doa

Penuhi aku dengan Roh-Mu ya Tuhan, maka aku dibebaskan dari ketakutan yang merusak imanku kepada-Mu. Amin. (JN)