Tuhan Sudah Mempersiapkan

Renungan Rabu 25 November 2020

Bacaan: Why. 15:1-4Mzm. 98:1,2-3ab,7-8,9Luk. 21:12-19

Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. (Lukas 21:13-15)

Mendengarkan Sabda Tuhan pada hari ini terasa menakutkan. Tetapi ketika kita percaya kepada penyelenggaraan Tuhan maka kita bisa merasakan damai sejahtera.

Di tengah masyarakat yang sedang menderita karena pandemi COVID-19, kita sebagai murid-murid Kristus mengalami tantangan yang berat. Sementara beban hidup sudah berat, menghadapi situasi yang serba sulit dan harus tetap melakukan kehendak Tuhan yaitu mewartakan kabar gembira.

Belum lama ini ketika saya merapikan sebuah ruangan di rumah orang tua saya, saya menemukan sebuah surat nikah dari KUA. Saya sempat membuka dan membaca sekilas isinya, di mana tertulis kewajiban istri, kewajiban suami, dan kewajiban keluarga sebagai bagian dari masyarakat. Saya hanya membaca sekilas saja pada saat itu.

Beberapa hari kemudian saya sebagai murid Kristus, sekaligus sebagai Ketua RT, menerima laporan bahwa ada warga saya yang bertengkar antara suami dan istri sampai histeris. Sebagai Ketua RT saya berkewajiban melerai pertengkaran mereka. Sedangkan sebagai murid Kristus saya merasa terpanggil untuk mewartakan kabar gembira. Sesampainya di rumah keluarga yang bertengkar ini saya bingung apa yang harus saya lakukan dan katakan, mengingat pasangan yang bertengkar itu usianya lebih senior daripada saya. Akhirnya saya hanya diam dan mendekati mereka tanpa kata-kata. Tidak lama kemudian kemarahan pasangan itu mulai reda dan mereka tidak histeris lagi.

Saat itu Roh Kudus mengingatkan saya akan apa yang saya baca beberapa hari sebelumnya dalam surat nikah dari KUA yang saya temukan ketika merapikan rumah orang tua saya. Lalu saya berbicara kepada mereka tentang pandangan Katolik dalam berumah tangga selanjutnya saya sampaikan apa yang tertulis dalam surat nikah itu. Pada akhirnya Tuhan mengizinkan pasangan itu berdamai.

Dari pengalaman ini kita bisa melihat bahwa Tuhan sudah lebih dahulu mempersiapkan kita murid-muridnya sebelum kita mengalami ujian. Saat mengalami tantangan seperti itu, ingatlah Sabda Tuhan: “Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.” (Lukas 21:13-15).

Tuhan Yesus, Engkau berjanji akan memberikan kata-kata hikmat kepada kami saat kami mengalami ujian dan tantangan hidup. Kami mohon kuatkan kami dalam menghadapi segala bentuk ujian dan tantangan hidup di tengah masyarakat, supaya kami mampu bertahan sampai kepada kesudahannya. Amin. Tuhan memberkati. (fxg)