Sukacita Surgawi

Renungan Kamis 5 November 2020 Hari Biasa

Bacaan: Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 15:1-10

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. (Lukas 15:7)

Sesungguhnyalah Tuhan tidak pernah membiarkan domba-Nya yang terhilang. Dia selalu berusaha dengan segala cara dan upaya agar umat-Nya bertobat dan berbalik kembali kepada-Nya. Dia mencari dan terus mencari domba-domba-Nya yang terhilang.

Gereja menyikapi dan menanggapi dengan sungguh pesan dan kehendak Bapa ini dengan membuka pintu pewartaan seluas-luasnya. Pada abad-abad awal, tugas pewartaan hanya pada orang-orang pilihan tertentu, tetapi saat ini pintu pewartaan semakin terbuka lebar khususnya bagi kaum awam. Karena itulah tugas perutusan yang sekaligus terkandung dalam panggilan setiap mereka yang dibaptis. Bahkan tugas pewartaan ini selalu diulang-ulang di tiap kali pada akhir perayaan Misa Ekaristi Kudus.

Pintu memang terbuka lebar, tetapi tinggal kitalah yang dipanggil, apakah mau dan rela menanggapi panggilan Tuhan ini. Bersyukur bahwa pada masa kini dengan dukungan pihak hirarki, awam sekaligus juga diberi wewenang memberikan bekal dan cara cara penginjilan yang efektif melalui kursus-kursus yang saat ini hadir dalam banyak paroki-paroki, yang dikenal sebagai Kursus Evangelisasi Pribadi. Sehingga setiap umat Tuhan boleh mengalami sukacita, sebagaimana sukacita yang ada di surga, ketika ada satu orang berdosa yang bertobat.

Sukacita Surgawi! Itulah upah terindah dari Tuhan, mengalami sukacita surgawi bersama bala tentara surga.

Karena itu, mari kita bangkit, mari kita melangkah dalam karya pewartaan kabar gembira, dalam tindakan nyata, dalam kata dan karya.

Tuhan Yesus menyertai sampai kepada akhir zaman. Amin. (JTI)