Siap Tanda Bijak

Renungan Minggu 8 November 2020 Hari Minggu Biasa XXXII

Bacaan: Keb. 6:13-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,7-8; 1Tes. 4:13-18 (1Tes. 4:13-14); Mat. 25:1-13

Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. (Matius 25:12)

Ketika kita diperhadapkan dengan masalah atau situasi sulit, kita seringkali bertindak dengan mengandalkan kekuatan sendiri, karena merasa diri mampu untuk mengatasinya.  Kita tak pernah melibatkan Tuhan untuk setiap keputusan dan tindakan yang kita ambil. Adalah sebuah keputusan bijak bila sebelum mengambil sebuah keputusan atau tindakan, kita berdoa (mencari Tuhan) memohon tuntunan daripada Tuhan (Kebijaksanaan 6: 13-17).

Sahabat, Daud selalu melibatkan Tuhan di segala aspek kehidupannya (Mazmur 63:7-8). Saat kita mengandalkan Tuhan, tangan-Nya yang kuat itu akan menopang dan menuntun langkah-langkah kita. Berbeda sekali dengan orang yang hatinya menjauh dari pada Tuhan, hari-harinya akan diwarnai ketakutan dan kekuatiran, dan ketika masalah datang secara tiba-tiba ia dalam kondisi tidak siap sedia.

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana yang membawa pelita menanti kedatangan mempelai laki-laki, Yesus hendak menyatakan kepada kita mengenai kualitas kesiapsediaan. Lima gadis yang diizinkan masuk dalam ruang perjamuan pesta adalah mereka yang dianggap bijaksana. Bijak bukan karena mereka pintar dan rajin tetapi karena mereka dalam keadaan siap sedia. Pelita mereka tetap nyala, tidak kehabisan minyak karena mereka sudah mempersiapkan persediaan minyak dalam buli-buli mereka. Minyak adalah pengurapan atau kehadiran Roh kudus; lambang persekutuan yang karib dengan Tuhan. Gadis-gadis yang bijaksana itu dipenuhi Roh Kudus sehingga bisa mencerminkan kualitas kesiapan mereka. Namun kelima gadis yang bodoh itu lupa membuat persiapan yang cukup untuk menyambut kedatangan mempelai laki-laki.  Akibat ketidaksiapan tersebut lima gadis yang bodoh itu harus mengalami nasib yang tragis karena mengalami penolakan: “…Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.” (Matius 25:12), dan akhirnya mereka pun tidak dapat masuk ke ruang pesta perjamuan kawin.

Sahabat, hari ini Yesus mengajak kita untuk bukan hanya percaya, rajin dan pintar tetapi juga bijaksana. Kepercayaan, kerajinan dan kepintaran belum cukup dianggap bijak. Kita perlu kualitas kesiapan sama seperti gadis-gadis yang bijaksana.

Mari sama-sama kita merenungkan firman Tuhan ini dengan sungguh-sungguh dan bertobat dengan persiapan-persiapan yang matang. Menjauhi larangan Tuhan dan melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan seperti ada tertulis dalam Alkitab. Kunci utamanya ada pada diri kita sendiri apakah mau menjadi gadis yang bijaksana atau gadis yang bodoh? Semoga Tuhan Yesus memberkati kita. (FHM)