Hidup Kekal

Renungan Senin 2 November 2020 – Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Bacaan: 2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15: 20-24a.25-28; Yoh. 6:37-40.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. (Yohanes 6:40)

Kemarin kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal tetapi masih berada di Api Penyucian.

Sesungguhnya bagaimana pikiran dan perasaan kita sebagai orang Kristen saat ini, tentang menghadapi kematian kita. Secara nyata hidup kita akan lenyap dari bumi ini. Kematian sebagai suatu kenyataan yang akan menghapus segala keberadaan hidup manusia.

Bagaimana kita dapat belajar dari pengalaman para nabi, Yesus, para rasul dan para kudus memandang dan menghadapi kematian.

Kematian bagi mereka sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup mereka tidak lenyap tetapi menjadi suatu kehidupan baru sebenarnya.  Mereka yang dalam hidupnya bersekutu dengan Allah tidak takut mati. Karena kepercayaan mereka kepada-Nya, mereka dapat menghadapi kematian dengan damai dan sukacita.

Dalam bacaan kedua, Paulus mengatakan kepada jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. (1 Kor. 15:31)

Kematian Paulus sangat tragis. Dia paling lama mengalami masa disiksa dengan sangat kejam di penjara dan akhirnya dihukum penggal atas perintah kaisar Nero pada tahun 67 M. Tetapi dia berani mengatakan di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, bahwa baginya hidup adalah Kristus dan kematian adalah keuntungan (Flp. 1:21).

Kerinduan utama semua orang percaya haruslah mengenal Allah dan menikmati persekutuan erat dengan-Nya; ini merupakan kehormatan dan hak terbesar sebagai anak-anak Allah. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan Para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus. Amin. (MTWN)