Dijamu Dalam Kerajaan Allah

Renungan Selasa 3 November 2020

Bacaan: Flp. 2:5-11; Mzm. 22:26b-27,28-30a,31-32; Luk. 14:15-24.

Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” (Lukas 14:15)

Manusia seringkali meluangkan waktu untuk berpikir sejenak tentang apa yang sesungguhnya lebih berharga bagi mereka ketika mendapat tawaran dari Tuhan.​

Salah seorang tamu dalam perjamuan makan telah menyimak ajaran Yesus. Dia menanggapi seperti yang tertulis di ayat di atas.

Yesus pun memberikan perumpamaan bahwa betapa sulitnya orang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebuah jamuan besar sudah disiapkan dan undangan banyak diberikan pada siapa pun (Lukas 14:16). Tanggapan para undangan terhadap jamuan besar itu beraneka ragam, ada yang sibuk dengan pekerjaan dan usahanya (Lukas 14:18-19). Ada yang sibuk dengan kenikmatan relasi duniawi (Lukas 14:20). Tak sedikit juga yang disibukkan dengan kesusahan hidup (Lukas 14:21-22). Undangan sukarela telah diberikan, tetapi diabaikan. Undangan dengan paksaan untuk datang dalam kebahagiaan telah dikumandangkan tetapi tetap tak dihiraukan.​

​Perumpamaan ini hendak mengajarkan sesuatu yang penting. Tuhan mengingatkan bahwa hal terpenting dalam hidup adalah relasi dengan-Nya, sekarang dan dalam kekekalan. Jangan sampai kesibukan pekerjaan atau bisnis menghalangi relasi kita dengan-Nya. Kesibukan dalam rumah tangga bukan berarti menyita waktu kita untuk datang kepada-Nya. Bahkan, kesusahan hidup jangan menjadi alasan untuk kita menyalahkan diri atau menyalahkan Tuhan. Tak ada ruang bagi kita untuk melupakan Tuhan karena kita tercipta untuk berelasi kekal dengan-Nya.​

​Apa yang telah menyita perhatian kita dari berelasi dengan-Nya selama ini? Undangan untuk masuk dalam persekutuan indah telah Tuhan berikan kepada kita. Apakah kita mendengar suara-Nya? Jangan sampai Tuhan memanggil kita lewat kegagalan, kegelapan dan penyesalan diri agar bisa lebih dekat kepada-Nya.​

Doa

Tuhan berikanlah kepekaan kepada kami akan panggilan-Mu untuk menjawab dengan segera tanpa menunda-nunda khususnya dalam hal berelasi dengan Engkau untuk mengenal Engkau lebih lagi. Demi Kristus Tuhan kami. Amin. (JH)