Akhir Zaman Sudah Dekat?

Renungan Jumat 27 November 2020, SP Maria Tak Bernoda dari Medali Wasiat

Bacaan: Why. 20:1-4,11-21:2Mzm. 84:3,4,5-6a,8aLuk. 21:29-33.

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. (Lukas 21:29-31)

Hari Minggu ini (29 November), Gereja mengajak kita memasuki Masa Adven. Ada dua hal yang kita renungkan dalam masa ini, yang pertama menanti kelahiran Kristus pada hari Natal dan yang kedua menanti kedatangan Kristus yang kedua kali pada akhir zaman.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk menilai zaman. Tuhan memberi perumpaan sederhana tentang pohon ara atau pohon apa saja, di mana ketika pohon-pohon itu mulai bertunas, merupakan tanda bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, ketika kita melihat hal-hal itu terjadi (Lukas 21:29-31), hal ini merupakan tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Bila kita bandingkan dengan situasi zaman ini, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, berdampak pada semua bidang kehidupan manusia mulai dari ekonomi, sosial, dsb. Apakah ini juga merupakan tanda akhir zaman sudah dekat?

Di YouTube, Facebook, dan media sosial lainnya; di masa pandemi ini bermunculan pelbagai video dan tulisan mengenai akhir zaman sudah dekat. Apakah akhir zaman memang sudah dekat?

Sepanjang sejarah Gereja, di tengah-tengah penderitaan yang melanda Gereja dan dunia, maka akan selalu muncul spekulasi-spekulasi yang menyatakan akhir zaman sudah dekat, bahkan orang atau kelompok tertentu bisa menyatakan begitu detil tentang waktu kedatangan Tuhan.

Tetapi pelbagai spekulasi tentang kedatangan Tuhan itu selalu meleset. Ya, karena sederhana saja, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus sendiri: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri” (Matius 24:36).

Tetapi satu hal yang perlu kita pegang, kedatangan Kristus yang kedua kalinya pada akhir zaman ini adalah iman Gereja, sebagaimana dinyatakan dalam Kitab Suci dan Katekismus Gereja Katolik: “Pada hari pengadilan, pada hari kiamat, Kristus akan datang dalam kemuliaan-Nya, untuk menentukan kemenangan kebaikan secara definitif atas kejahatan, yang dalam perjalanan sejarah hidup berdampingan bagaikan gandum dan rumput di ladang yang sama.” (KGK 681).

Bagi orang yang percaya, maka kedatangan Kristus kedua kalinya adalah saat penyelamatan: “Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Lukas 21:28).

Maka suatu sikap yang penting yang selalu ditekankan Tuhan Yesus sendiri, supaya kita berjaga-jaga sambil berdoa: “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Lukas 21:36)

Tuhan Yesus, utuslah Roh Kudus-Mu untuk mempersiapkan kami menyambut kedatangan-Mu yang kedua kalinya. Kuatkan kami dalam pengharapan untuk menantikan kedatangan-Mu ini dan berilah kami rahmat, supaya terus berjaga-jaga sambil berdoa. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin. (ET)