Ada Allah, Ada Kehidupan

Renungan Sabtu 21 November 2020

Bacaan: Why. 11:4-12; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 20:27-40

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup. (Lukas 20:38)

Shalom, sahabat terkasih di dalam Kristus. Salam sehat dan sukacita senantiasa.

Hari-hari ini, kita banyak dihadapkan pada masalah-masalah yang seolah-olah semakin menumpuk. Harapan ‘new normal’ berkenaan dengan pandemi sepertinya sudah bukan menjadi fokus dari permasalahan yang dihadapi. Ada masalah demo buruh karena Omnibus Law, ada demo-demo yang sifatnya politis, dan di depan mata bakal ada keramaian berkenaan pilkada di beberapa daerah. Masalah-masalah yang kita hadapi ini sebenarnya bukan masalah lokal tetapi internasional pun juga mengalami. Hal-hal seperti ini membuat kita merasa jenuh dan banyak yang menjadi apatis atau mati rasa, baik secara fisik maupun secara rohani. Mati rasa secara fisik dalam artian sudah menjadi tidak peduli dengan sekitarnya, yang penting aku baik-baik saja. Mati rasa secara rohani, seolah-olah tidak lagi melihat pertolongan Tuhan atau bahkan merasa Tuhan tidak mampu mengatasi masalah yang sedang kita hadapi.

Sahabat terkasih, Injil hari ini bercerita tentang orang-orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan dan sedang bersoal jawab dengan Tuhan Yesus dengan mengangkat isu perkawinan hingga kematian. Bagi orang-orang Saduki, kebangkitan sepertinya hanyalah isapan jempol, sehingga ketika Tuhan Yesus mewartakan tentang kebangkitan, mereka menjadi heran. Mereka menganggap kematian adalah akhir dari kehidupan, kematian adalah akhir dari segala yang hidup. Situasi yang saya ungkapkan di atas, masalah yang demikian kompleks, bisa juga membawa manusia pada kematian.

Puji syukur kepada Tuhan Yesus, bahwa hari ini Dia katakan kepada kita semua “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Lukas 20:38). Inilah jawaban dari semua masalah kita. Saat kita merasakan kematian akibat masalah yang mendera, jangan lupa untuk datang kepada Tuhan Yesus. Setiap hari jangan lupa baca firman-Nya, karena firman-Nya memberikan hidup. Jangan lupa berbicara kepada Tuhan Yesus, hanya manusia yang masih hidup yang masih bisa berbicara, katakan semua masalah yang dihadapi dan percaya akan jalan keluar yang akan Tuhan berikan. Jangan lupa bersyukur, karena kita adalah orang-orang pilihan-Nya, seperti Allah memilih Musa untuk menyatakan bahwa diri-Nya adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, kita pun juga diajak untuk bertemu dengan Allah yang sama.

Mari sahabat, saya yakin semua orang mengalami masalah yang berat, namun pilihan untuk mengalami hidup atau mati, sepenuhnya ada di tangan kita, “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” (Ulangan 30:19). Pilihlah kehidupan, karena pada hari ini dan selamanya, Allah menyatakan bahwa Dia adalah Allah orang hidup.

Tetap aman, tetap sehat, tetap tinggal di dalam Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. BVJSW