Tetap Kuat Dalam Pengharapan

Renungan Kamis 22 Oktober 2020 Pekan Biasa XXIX

Bacaan: Ef. 3:14-21; Mzm. 33:1-2,4-5,11-12,18-19; Luk. 12:49-53.

Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! (Lukas 12:51)

Perjalanan hidup yang saya alami dan jalani hingga saat ini, tidaklah mudah dan mulus seperti yang saya pikirkan dan harapkan. Antara harapan, cita-cita dan kenyataan yang saya hadapi ternyata tidak sejalan atau kadang-kadang hasilnya tidak sesuai harapan saya.

Sabda Tuhan melalui Injil Lukas mengatakan “Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan!” (ayat 51). 

Pertentangan yang seperti apakah yang dimaksud dalam sabda Yesus ini? Terus terang sulit untuk memaknai hal tersebut, dan hanya melalui karya Roh Kudus saya menemukan dan merasakan teguran Yesus yang mengatakan kepada saya bahwa untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan keinginan saya tidaklah mudah dan apalagi untuk hal yang menyenangkan hati saya atau kebahagiaan duniawi semata.

Peristiwa yang saya hadapi dalam pekerjaan; manajemen “asal bapak senang” sering saya jumpai dan ini yang menjadi pertentangan dalam hati, antara keinginan menyenangkan atasan dan mengikuti perintah Yesus. Sebuah risiko dalam jabatan yang saya jalani sering berhadapan dengan rencana-rencana yang tidak jujur, tidak adil, tidak netral dalam aturan birokrasi, sehingga saya kadang-kadang kurang tegas menghadapinya.

Tetapi hanya melalui api kasih Yesus yaitu Roh Kudus yang telah diberikan kepada saya, telah membuka mata hati saya agar dapat melihat, memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan Roh Kudus telah bekerja dalam pikiran saya yang terus belajar untuk tetap mengandalkan Yesus satu-satunya sumber keselamatan.

Adanya pertentangan nilai-nilai ajaran kasih Yesus Kristus dengan ajaran-ajaran dunia, sehingga proses pembelajaran iman sebagai pengikut Yesus perlu untuk diuji terus menerus dan diperlukan pertobatan diri untuk menjauhi dosa-dosa, niat-niat jahat dan sombong terhadap kepandaian diri.

Bagaimanakah kita dapat  melewatinya? Hanya Yesuslah yang telah diutus Bapa untuk hadir dalam dunia ini melalui darah-Nya menebus dosa kita. Marilah kita terus mengandalkan-Nya dan tetap mengikuti-Nya.

Doa

Bapa yang Maha Baik dan Maha Kasih, kami bersyukur kepada-Mu atas penyertaan dalam hidup kami hingga saat ini. Engkaulah yang selalu menyalakan api cinta kasih dalam diri kami sehingga kami dapat menghadapi kesulitan-kesulitan hidup yang kami lalui. Engkaulah sumber kasih sejati, dan tempat kami bergantung karena di luar Engkau kami bukan siapa-siapa. Terima kasih, ya Bapa untuk firman yang sangat menguatkan kami, dan bimbinglah kami untuk tetap setia mengikuti-Mu, demi Kristus Pengantara kami. Amin. (MPS)