Sudahkah Anda Berbuah Bagi Sesama?

Renungan Sabtu 24 Oktober 2020 Pekan Biasa XXIX

Bacaan: Ef. 4:7-16; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 13:1-9.

Jawab orang itu: “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Lukas 13:8-9)

Sudahkah hidup Anda sebagai pengikut Kristus menghasilkan buah yang baik bagi sesama? Ataukah sama seperti perumpamaan pohon ara yang tidak menghasilkan dalam bacaan Injil hari ini?

Saudara-saudari terkasih, sebelumnya saya ingin berbagi tentang pengalaman saya beberapa bulan terakhir tentang hobi saya yang baru yaitu bercocok tanam. Karena sekarang lebih banyak waktu di rumah maka saya dan istri mencoba untuk menanam sayur-sayuran dan buah di rumah dengan memanfaatkan lahan yang ada. Awalnya mencoba beberapa jenis sayuran dan berhasil, lalu kemudian istri saya ingin mencoba untuk menanam buah melon yang prosesnya jauh lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama.

Dari bibit yang harus diseleksi dan disemai beberapa hari, dijemur di sinar matahari kemudian setelah tumbuh tunas harus dipindah ke dalam pot di mana setiap hari harus disiram dan diberikan pupuk sesuai takaran. Setelah beberapa minggu tanaman tersebut sudah tumbuh besar namun kami tidak kunjung melihat buahnya malah beberapa hari kemudian layu dan mati, tetapi kami tidak putus asa mencoba lagi dari awal dengan proses yang sama berminggu-minggu. Ketika ada beberapa yang sudah besar, tiba-tiba ada yang layu dan tidak berhasil lagi. Saya sudah mulai capek dan tidak sabar, kemudian berkata kepada istri saya untuk membuang saja semua tanaman tersebut, ‘toh percuma pasti akan gagal’ dan tidak berbuah lagi hanya membuang-buang waktu dan tenaga saja pikir saya. Tetapi istri saya masih telaten, tanaman yang masih baik tetap dipelihara dan ternyata setelah beberapa saat ada yang mulai tampak menghasilkan buah.

Melalui pengalaman saya tersebut terlihat proses untuk menghasilkan buah yang baik, manis dan bisa dinikmati banyak orang itu ternyata tidak mudah, perlu ketelatenan dan kesabaran dari sang petani supaya bisa berhasil. Kalau semua petani seperti saya yang tidak telaten dan tidak sabaran maka mungkin kita semua tidak pernah menikmati buah melon yang manis dan segar.

Dalam Injil hari ini sosok yang penuh kesabaran dan telaten itu kita lihat pada pengurus kebun anggur yang menggambarkan Tuhan Yesus yang dengan sabar terus melalui kasih-Nya memberikan kita kesempatan untuk terus bertumbuh dan berbuah. Apa yang dimaksud dengan buah yang diharapkan Tuhan yaitu bila kita bisa memberikan sesuatu yang dapat dinikmati orang lain, bisa melalui tindakan kita, ucapan kita dan pelayanan kita kepada orang di sekeliling kita.

Dalam hidup ini kita sudah diberkati Tuhan tetapi apakah kita juga sudah menjadi berkat bagi orang lain? Hal-hal tersebut yang Tuhan harapkan untuk terjadi dalam hidup kita sehingga apabila tiba waktunya kita kembali ke hadapan-Nya, Tuhan akan melihat hidup kita sebagai hidup yang selalu menghasilkan buah kasih dan sudah memberkati banyak orang. Namun kita tidak pernah tahu kapan waktu tersebut akan tiba karena itu kita harus selalu siap dan kita bersyukur bahwa Tuhan selalu memberikan kita kesempatan terus menerus untuk bertobat dan berubah.

Saudara-saudari terkasih mari kita juga menyadari bahwa Tuhan sudah memberikan kita kasih karunia-Nya dan Ia juga sudah memperlengkapi kita, seperti yang kita lihat dalam bacaan pertama (Efesus 4:7-16). Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bertumbuh asalkan kita mau dan bersedia.

Marilah Kita Berdoa

Ya Allah yang maha sabar dan murah hati, terima kasih atas segala berkat-Mu yang boleh kami terima hingga hari ini, terima kasih atas kesabaran-Mu yang terus memberikan kami kesempatan untuk dapat berbuah bagi sesama kami. Ampunilah kami jika sering lalai, masih berbuat dosa dan kesalahan, kami menyadari bahwa Engkaulah yang selalu mendorong kami supaya hidup kami ini dapat menjadi berkat bagi sesama. Tuhan kami mohon berkat dan kekuatan selalu untuk menuntun kami pada jalan-Mu. Terima Kasih Tuhan. Amin. (MAR)