Menjadi Milik Allah

Renungan Minggu 18 Oktober 2020

Bacaan: Yes. 45:1,4-6Mzm. 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac1Tes. 1:1-5bMat. 22:15-21

Lalu kata Yesus kepada mereka,”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Matius 22:21b)

Kita sering melihat kelompok-kelompok demonstran yang menuntut hak mereka. Tentu saja menuntut hak bukan hal yang salah. Akan tetapi seringkali terjadi ketidakseimbangan menyangkut hak dan kewajiban. Menuntut orang lain untuk memenuhi haknya tetapi kewajiban diabaikan.

Dalam Injil hari ini Yesus mengajarkan kepada kita tentang keadilan, yaitu dengan memberikan apa yang menjadi hak pemerintah sesuai dengan haknya dan memberikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Kita sebagai orang Kristiani tidak hanya wajib membayar pajak kepada pemerintah, melainkan juga melibatkan diri dalam segala aspek kehidupan di masyarakat. Kita melakukan kewajiban-kewajiban sebagai warga negara dengan penuh tanggung jawab. Ketaatan kita kepada pemerintah adalah wujud iman kita kepada Tuhan bahwa negara tempat kita hidup ini adalah rahmat Allah untuk menyatakan keselamatan-Nya. Kita menaati pemerintah karena pemerintah adalah perpanjangan tangan Tuhan bagi keselamatan-Nya. Maka keberadaan kita adalah sebagai warga negara yang taat dan yang melakukan rencana keselamatan Allah.

Lalu bagaimana ketaatan kita kepada Allah? Apa yang kita terima dari Allah dan apa yang kita berikan kepada Allah?

Kita harus memberikan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah. Sebagai makhluk ciptaan, kita adalah milik Sang Pencipta. Kehidupan kita berasal dari Allah, maka segala sesuatu yang ada dalam hidup kita ini berasal dari Allah, maka kita juga harus memberikannya kepada Allah. Sehingga apa yang layak kita berikan kepada Allah adalah mempersembahkan seluruh kehidupan ini untuk taat kepada Allah saja. Baik itu waktu, pekerjaan, keluarga, harta milik, semuanya tanpa terkecuali dalam hidup ini diberikan kepada Allah hanya untuk kemuliaan nama-Nya saja.

Jika Allah yang memberikan kehidupan bagi kita, maka kita menyerahkan semua dalam kuasa Allah. Bukan semau kita memakai dan menikmati kehidupan yang diberikan oleh Allah. Apapun yang kita perbuat dan lakukan dalam hidup ini harus untuk kemuliaan Allah dan bukan sebaliknya.

Doa: Tuhan Yesus Kristus berilah kami rahmat-Mu agar kami semakin menyadari bahwa seluruh hidup kami dan apa yang kami miliki ini semua adalah milik-Mu. Bantulah kami agar kami berani menyerahkan seluruh hidup kami dalam kuasa dan kehendak-Mu. Utuslah Roh Kudus agar senatiasa membimbing kami ke jalan kebenaran-Mu. Berkati pula bangsa dan negara kami, anugerahkanlah damai sejahtera dalam hidup setiap orang sehingga nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (KLC)