Menilai Zaman Dalam Iman

Renungan Jumat 23 Oktober 2020 Hari Biasa, Pekan Biasa XXIX

Bacaan: Ef. 4:1-6; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 12:54-59.

Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? (Lukas 12:56)

Apa yang sekarang tidak dapat dipelajari bahkan dianalisa oleh manusia zaman ‘now’? Kemajuan teknologi dengan pesat memungkinkan manusia dapat membaca apa yang akan terjadi beberapa tahun lagi dan beberapa hari atau dalam hitungan menit sekalipun. Beberapa hari yang lalu BMKG melaporkan akan turun hujan cukup tinggi di beberapa daerah di Pulau Jawa, dan memang hujan semalam cukup membuat Jakarta dan beberapa kota banjir. Antisipasi gempa bumi bahkan dapat membaca berapa skala Richter dan di mana titik gempa akan muncul lengkap dengan pesan untuk evakuasi, begitu cepat, tepat dan selamat.

Manusia telah sampai di peradaban moderen yang super canggih. Manusia mampu mengenal tanda-tanda akhir zaman bahkan fenomena alam semesta makin jelas menggambarkan bagaimana akhir dari kehidupan manusia di bumi. Ketika kita dimampukan menilai zaman apakah iman kita pun siap menghadapi kehidupan setelah kematian? Bukankah ini sebuah keniscayaan dari kehidupan kita semua? Lalu apa yang telah kita persiapkan?

Ayat di atas sungguh membawa saya dalam permenungan panjang, perbuatan kasih apa yang telah saya lakukan, bila saya belum bisa mengasihi musuh saya maka, Lukas 6:33 adalah ayat yang menyadarkan saya untuk segera bertindak, ibadah yang bagaimana yang telah saya persembahkan kepada Tuhan, Yohanes 4:23 menyadarkan saya bagaimana saya harus menyembah-Nya. Masih banyak lagi perintah Tuhan dalam Injil yang harus saya lakukan sebagai pengikut-Nya, sehingga ketika oleh hikmat-Nya saya dapat menilai zaman maka bukan zaman ini yang menjadi fokus kehidupan saya, tapi justru iman saya kepada Tuhan sebagaimana dalam Efesus 2:8 yang menjadi nilai dari kehidupan yang harus dipersiapkan.

Allah yang kami sembah dan muliakan, sungguh besar kasih setia-Mu sekarang sampai selamanya. Alam semesta dengan segala isi dalam wadah zaman telah kami nikmati dengan hikmat dan talenta yang Engkau beri. Ampunilah kesalahan dan kesombongan kami bila dalam perjalanan kehidupan kami seringkali terpaku dan terpukau oleh keajaiban dunia dalam zaman yang serba canggih, cepat, mudah dan instan. Ajarilah kami memperbarui iman kami akan Dikau tidak dalam kata-kata dan doa semata tetapi oleh perbuatan nyata. Kuat dan teguhkanlah iman kami sehingga dari kehidupan kami terpancar pribadi Yesus putra-MU yang menjadi sumber kehidupan iman kami yang menjadi berkat bagi sesama kami, kini dan sepanjang segala masa. Kemuliaan kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.(VVDL)