Hanya Satu Hal

Renungan Selasa 6 Oktober 2020

Bacaan: Gal. 1:13-24; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Luk. 10:38-42.

sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. (Lukas 10:40).

Kisah Maria dan Martha memberikan bahan permenungan yang indah tentang prioritas. Martha yang sibuk dan cemas dengan begitu banyak hal sampai tidak mempunyai waktu lagi untuk duduk bersama Yesus. Hal ini sama dengan kehidupan kita sehari-hari, kita memiliki begitu banyak pekerjaan dan pelayanan penting yang harus kita selesaikan sampai terkadang kita tidak mengalami keakraban dengan Tuhan secara mendalam. Akibatnya kita mengalami kekeringan, “sibuk untuk Tuhan” tapi lupa “sibuk dengan Tuhan” sehingga mudah menggerutu karena merasa beban hidupnya berat dan orang lain tidak memperhatikan dirinya.

Pemuridan bukan sekedar pelayanan kasih terhadap orang lain, tapi pertama-tama dan utama adalah relasi pribadi dengan Yesus supaya tidak kehilangan arah dan makna pekerjaan dan pelayanan kita. Karena itu sejak April lalu saya bergabung di Gideon Prayer Ministry (GPM). Di GPM ini kami dituntut komitmennya setiap hari untuk menyediakan waktu pagi sebelum matahari terbit dan malam setelah matahari terbenam untuk pujian penyembahan bersama dan mendengarkan sharing firman dari masing-masing anggota GPM secara bergantian. Menurut saya iman tidak akan berkembang jika kita hanya sibuk sendiri dengan hal “yang menurut kita sudah sesuai dengan Firman Tuhan” tanpa mau membuka ruang dalam hati kita untuk melihat dan mendengar dari pengalaman orang lain. Karena dari pengalaman itu, kita bisa mengambil nilai-nilai positif untuk dijadikan bekal dalam perjalanan hidup kita.

Pesan injil hari ini menjadi inspirasi dan refleksi bagi kita masing-masing apakah setiap hari kita sudah memberikan waktu untuk berdoa kepada Tuhan? Sebab tanpa Tuhan, kita akan kehilangan arah dan makna pekerjaan dan perjuangan kita. Hari ini kita diundang untuk membangun relasi cinta dengan Tuhan. Pelayanan kita harus mengalir dari doa. Karya kita harus lahir dari relasi dengan Yesus.

Gbu (LF)