Awali Dengan Doa

Renungan Rabu 28 Oktober 2020, Pesta St. Simon dan St. Yudas

Bacaan: Ef. 2:19-22Mzm. 19:2-3,4-5Luk. 6:12-19

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. (Lukas 6:12)

Kutipan bacaan Injil hari ini membawa saya kembali kepada sebuah film yang menceritakan mengenai sebuah keluarga sederhana yang hidup dalam masa resesi. Ayah, sebagai kepala keluarga dan ibu yang harus mengelola keuangan yang semakin menipis cukup pusing memikirkan cara mencukupi kebutuhan keluarga, sementara kedua anak mereka sudah mulai protes karena bosan dengan makanan yang sama setiap hari. Suatu hari Ayah pulang kerja dengan wajah sedih dan lesu sambil menyerahkan amplop upahnya terakhir kepada istrinya dan mengatakan inilah hari terakhirnya bekerja.

Satu persamaan yang saya perhatikan dari ayat pertama dalam bacaan hari ini adalah Ayah dan Ibu senantiasa mengawali dan menutup hari mereka dengan berdoa. Diceritakan bahwa meski sudah tidak mempunyai pekerjaan, Ayah tetap percaya dan mengimani bahwa Allah tidak meninggalkan mereka. Dia tetap rajin mencari informasi lowongan pekerjaan kesana-kemari sampai pada suatu titik dia berhenti kelelahan dan berdiri di tepi jalan berteriak kepada Tuhan mengatakan bahwa dia lelah.

Yesus, berdoa semalam-malaman di tempat yang jauh dari keramaian sebelum Ia melakukan sesuatu yang penting. Bagaimanakah dengan diri kita masing-masing? Saya teringat akan kebiasaan lama saya yang sangat buruk, yaitu bangun tidur pagi dengan tergesa-gesa dan hal pertama yang saya cari adalah agenda kerja – apa yang harus saya lakukan sepanjang hari itu; bukan mencari Tuhan. Sampai suatu hari, di kantor saya menghadapi suatu masalah yang berpotensi menimbulkan kerugian dalam jumlah besar kepada kantor – kejadian ini merupakan suatu pelajaran mahal bagi saya, membuat saya sadar bahwa hari yang diawali tanpa doa akan kacau balau jadinya.

Kembali kepada cerita dalam film di atas, dalam kelelahan Ayah tadi mendengar seperti namanya disebut, dan dengan penuh harap dia bangkit, berjalan mendekati kelompok orang yang sedang berdiskusi. Tuhan memang tidak pernah tidur – salah satu dari orang yang sedang berdiskusi menyebut nama Havi, seseorang yang direkomendasikan karena Havi dinilai adalah orang yang cocok dan pas untuk posisi yang sedang kosong.

Bukan kebetulan, Ayah ini bernama Havi – dan setelah berbincang-bincang beberapa saat diketahui bahwa dia memenuhi persyaratan yang diperlukan. Keesokan harinya, Ayah yang bernama Havi ini sudah mulai bekerja dan dia menjadi pekerja yang disukai dan senantiasa dipuji oleh pemberi kerja.

Dari bacaan hari ini dan kisah dalam film tadi, saya belajar bahwa Tuhan, Bapa kita selalu memperhatikan kita anak-anak-Nya. Kuasa-Nya nyata. Yang diperlukan adalah relasi kita yang akrab dengan Bapa Surgawi agar bisa menjadi peka akan kehadiran Allah. Hendaknya kita menjadikan doa sebagai nafas kehidupan kita – kalau bangun tidur kita tidak pernah lupa untuk meregang, nah mari kita belajar untuk memperlengkapi hari kita dengan DOA guna mengawali seluruh kegiatan sehari itu sehingga kuasa Tuhan pun mengalir dalam setiap hal yang kita lakukan.

Ya, Bapa, Engkau adalah Allah yang amat mengasihi kami, dan kasih-Mu selalu nyata dalam hidup kami. Hari ini kami diingatkan bagaimana Yesus sendiri memberi teladan untuk berelasi dengan Engkau dan memohon hikmat dan kebijaksanaan dalam setiap perkara yang kami hadapi dan lakukan dalam hidup kami sehari-hari. Bapa, jadikan kami saluran berkat dan kasih-Mu kepada sesama kami dan mampukan kami untuk terus membina relasi yang semakin akrab dengan Engkau. Amin.

-MM-