Allah, Kami Membutuhkan-Mu

Renungan Rabu 7 Oktober 2020

Bacaan: Gal. 2:1-2,7-14; Mzm. 117:1,2; Luk. 11:1-4;

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” (Lukas 11:1)

Tuhan Yesus biasanya berdoa di sebuah tempat yang sunyi, saat itu seorang dari murid-murid-Nya bertanya bagaimana cara berdoa yang berkenan kepada Allah.

Bagi orang Yahudi, berdoa adalah hal yang sudah menjadi keahlian mereka, seperti berenang bagi seekor ikan. Maka saat murid-Nya bertanya cara berdoa kepada Yesus, di sini ada satu kerendahan hati yang ditunjukkan dengan perbuatannya yaitu berani bertanya kepada Yesus tentang cara berdoa kepada Allah.

Kerendahan hati serta kebutuhan akan Allah sebagai sumber hidup dan sumber kebahagiaan kita merupakan modal awal untuk mendapatkan rahmat yang lebih besar.

Dengan hati yang terbuka, mau belajar dan melangkah mendekat kepada Allah dengan mengajukan pertanyaan ini, ada satu doa yang indah yang diajarkan oleh Pribadi Allah Putra kepada kita semua, yaitu untuk memanggil Allah Sang Pencipta itu dengan sebutan Bapa.

Sebagai refleksi bagi kita, apakah kita memiliki kerendahan hati, suatu kebutuhan akan Allah dengan setulus-tulusnya?

Mari kita awali hari ini dengan menyadari kebutuhan kita akan Allah dan mulai membuka hati dengan mengucapkan doa Bapa kami secara perlahan.

Saat berdoa ini, bayangkan pula kalau 2000 tahun yang lalu, Anda hadir disana bersama para rasul saat Yesus mengajarkan doa ini, dan sekarang anda mau mengucapkan doa yang sama untuk menyatakan hormat dan cinta anda kepada Tuhan Yesus dan Allah Bapa, lakukan dan rasakan berkat-Nya.

Tuhan memberkati. (FS)