Adil dan Berbelas Kasih

Renungan Rabu 14 Oktober 2020, Hari Biasa, Pekan XXVIII

Bacaan: Gal. 5:18-25Mzm. 1:1-2,3,4,6Luk. 11:42-46

Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. (Luk. 11:42a)

Pada injil hari ini Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Orang-orang Farisi sudah merasa dirinya benar dan hebat dengan membayar persepuluhan, mengikuti berbagai aturan tentang mana yang boleh dan tidak boleh, tetapi mereka mengabaikan keadilan dan kasih Allah (Luk. 11:42). Begitu pula para ahli Taurat yang membebani orang lain dengan berbagai aturan, tetapi mereka sendiri belum tentu melakukan dengan benar sesuai maksud dari aturan itu (Luk. 11:46).

Apakah sikap orang-orang Farisi dan para ahli Taurat itu juga ada dalam diri saya?

Apakah perkataan saya sudah sesuai dengan perbuatan saya?

Apakah saya sudah berlaku adil dan berbelas kasih kepada sesama saya?

Yesus mengajak kita untuk menjadi pribadi yang adil dan berbelas kasih, tidak munafik. Setiap perkataan yang keluar sesuai dengan tindakan nyata yang dilakukan.

Kasih Allah adalah kasih yang sejati, tanpa syarat. Begitu pula Tuhan menghendaki kita bersikap kepada sesama. Tidak hanya mempertimbangkan segala sesuatu berdasarkan aturan semata-mata, melainkan menggunakan mata hati yang memandang dengan rasa keadilan dan kasih.

Doa:

Allah Bapa yang Maha Kasih, terima kasih atas kasih-Mu yang sangat besar bagi kami. Mohon jauhkanlah hati kami dari sikap sombong, munafik, merasa diri benar dan hebat, karena semua yang kami peroleh sesungguhnya datang dari pada-Mu. Mohon berkatilah kami dengan kesehatan yang baik dan bimbinglah kami agar karya pelayanan kami mengutamakan keadilan dan kasih sehingga menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kami. Amin. (AK)