Utusan

Renungan Selasa 29 September 2020, Pesta S. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung

Bacaan: Dan. 7:9-10,13-14 atau Why. 12:7-12aMzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5Yoh. 1:47-51.

Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. (Wahyu 12:7-8)

Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua,  yang disebut Iblis  atau Satan,  yang menyesatkan  seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi,  bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga  berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan  dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara  kita  ,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.  Dan mereka mengalahkan   dia   oleh darah Anak Domba,   dan oleh perkataan kesaksian   mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. 

 Pernahkah kita mendengar seseorang yang mengatakan, “Wah ada malaikat penolong datang.” Ketika seseorang membutuhkan sesuatu dan secara tidak sengaja kita datang dan membawa apa yang saat itu diperlukan.

Hari ini kita memperingati Pesta Malaikat Agung yaitu Mikael, Gabriel dan Rafael. Ketiga malaikat ini melakukan misi yang besar. Malaikat Mikael diutus Allah untuk berperang melawan si ular tua yang disebut iblis atau setan, yang menyesatkan seluruh isi dunia. Malaikat Gabriel diutus Allah untuk membawa kabar sukacita kepada Bunda Maria. Malaikat Rafael diutus Allah untuk menyembuhkan Tobit.

Tuhan Yesus saat ini juga mengutus murid-murid-Nya, termasuk saya untuk menjadi utusan, pembawa kabar baik bagi orang-orang yang ada di sekitar saya. Terutama di saat-saat ini banyak sekali orang yang mengalami kesulitan, kegelisahan, kekuatiran. Namun sebelum menjadi utusan yang membawa kabar sukacita kepada orang lain, saya perlu mempunyai relasi yang sungguh intim dengan Tuhan Yesus, melalui membaca dan merenungkan firman, doa pribadi, mengikuti Ekaristi dan terlibat aktif dalam komunitas meskipun saat ini melalui online, yang mana semuanya ini menjadikan saya terus dapat bersyukur dan memuji Tuhan, dan percaya atas rancangan Tuhan yang sungguh baik dalam hidup ini.

Doa: Bapa yang maha pengasih, syukur atas karunia-Mu dalam hidupku. Aku mau selalu membuka hati, pikiran dan seluruh panca inderaku untuk Kau pimpin dan Kau urapi agar aku dapat menjadi utusan-Mu, membawa kabar baik bagi sesama di sekitarku, sehingga nama-Mu semakin ditinggikan dan dimuliakan diatas seluruh muka bumi ini, sekarang dan selama lamanya. Amin. (CTS)