Mental Misioner

Renungan Rabu 2 September 2020

Bacaan: 1Kor. 3:1-9; Mzm. 33:12-13,14-15,20-21; Luk. 4:38-44

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. (Lukas 4:40)

Semangat misioner Yesus begitu kuat. Setelah disembuhkan oleh Yesus, mertua Petrus membawa banyak kerabat dan orang-orang yang sakit serta kerasukan setan, supaya Yesus menyembuhkan mereka juga.

Hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan, untuk mengajar dan menyembuhkan orang sakit. Kasih Yesus selalu menyala-nyala, tidak bisa dipadamkan. Maka Dia berkata murid-murid-Nya: “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.”

Maka sesudah saya belajar di Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) dan setiap hari saya merenungkan firman Tuhan, maka saya merasakan bahwa Roh Yesus tinggal di dalam saya. Sepanjang hari dalam pertemuan dengan orang-orang lain senantiasa membicarakan hal-hal yang baik, memberikan kesaksian betapa baiknya Tuhan, berlaku baik dan bersedia menolong orang yang lemah dan berkekurangan.

Dengan merefleksikan bacaan Injil hari ini, apalagi di masa wabah COVID-19, saya setiap hari mengikuti misa live streaming, di mana Imam selalu menutup misa ini dengan berkata: “Pergilah, kita diutus!”

Doa: Ya Tuhan Yesus, berilah rahmat-Mu, agar saya memiliki hati seperti hati-Mu yang peka akan belas kasihan. Mampukan saya mewartakan injil keselamatan kepada banyak orang lain supaya mereka memperoleh keselamatan di dalam Engkau. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin. (VAD)