Masih Adakah Yang Belum Kutinggalkan?

Renungan Kamis 3 September 2020, Peringatan Wajib St. Gregorius Agung

Bacaan: 1Kor. 3:18-23Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6Luk. 5:1-11

Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Lukas 5:11) 

Semula kukira, aku sudah lepas bebas dari semua halangan dalam hal mengikut Yesus. Ternyata dalam pengalaman hidup, perlu seringkali mengambil keputusan-keputusan tepat untuk menanggapi panggilan Tuhan bertolak ke tempat yang dalam agar dapat dipakai-Nya menjadi penjala manusia.

Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Gregorius Agung, Paus.  Beliau berasal dari keluarga kaya raya, di usia 33 tahun menduduki jabatan tinggi di Roma. Namun ketika Tuhan Yesus memanggil untuk mengikuti-Nya, Santo Gregorius Agung meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus. Banyak tulisan berbobot yang dihasilkannya, sehingga diberi gelar Pujangga Gereja Latin. Namun semua itu tidak menggoyahkan kerendahan hatinya.

Gregorius adalah Paus pertama yang menyebut dirinya sebagai ‘Abdi para abdi Allah’ (servus servorum Dei). Julukan ini tetap dipakai sampai sekarang untuk jabatan Paus di Roma.

Tampaknya melalui orang yang bersedia melepaskan diri dari segala kepemilikan yang patut dibanggakan dan dipertahankan, Tuhan dapat bekerja leluasa untuk mewujudkan segala rencana penyelamatan-Nya.

Kerinduan  pembaca renungan hari ini bisa sama dengan kerinduanku. Ingin hidup bagi Tuhan. Ingin terlibat sebagai penjala manusia. Ingin bekerja di ladang Tuhan sampai pada kesudahan.

Kerinduan tulus ikhlas ini pasti selaras dengan kerinduan Tuhan.

Marilah merenungkan hal apa saja yang perlu ditinggalkan agar dapat bertolak ke tempat yang dalam dan hidup sebagai milik Tuhan seutuhnya.

Doa: Tuhan, inilah kerinduanku, dapat memenuhi hidup yang Kau anugerahkan dengan semangat mengikuti panggilan-Mu. Amin.

-ips-