Kuasa Yesus Yang Menyelamatkan

Renungan Selasa 1 September 2020

Bacaan: 1Kor. 2:10b-16Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14Luk. 4:31-37

Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.” (Lukas 4:36)

Kata–kata yang keluar dari diri seseorang, baik secara lisan (langsung) ataupun tulisan (tidak langsung), dapat berkonotasi (tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa) positif atau negatif bagi orang lain yang mendengar atau membacanya. Menimbulkan nilai rasa positif, bila kata-kata tersebut membuat orang lain merasa gembira, terhibur, dikuatkan dan termotivasi. Sebaliknya, menimbulkan nilai rasa negatif bila kata-kata tersebut membuat orang lain merasa sakit hati, sedih, terancam, tidak aman, dan dapat menimbulkan pertikaian.

Hari ini Tuhan Yesus menunjukkan bahwa kata–kata pengajaran-Nya telah membuat orang yang mendengarkan merasa takjub, terkesima dan kagum. Mereka merasakan perkataan Yesus penuh wibawa dan kuasa, sehingga setan pun menuruti perintah-Nya. Dengan perkataan-Nya, Yesus telah menyembuhkan seseorang yang kerasukan setan, menyelamatkan dan membebaskannya dari kuasa roh jahat. Meski pada perikop sebelumnya, Yesus sempat ditolak dan tidak diterima di tempat asalnya, karena mereka meragukan dan tidak percaya pada kemampuan-Nya mengungkapkan kebenaran. (Luk. 4:16-30).

Yesus menghendaki kita tidak berhenti pada rasa kagum dan takjub akan kuasa-Nya, tetapi kita diminta untuk dapat meneladan dan melakukan ajaran-Nya. Dengan bekal Roh Kudus, Roh Allah sendiri yang dicurahkan melalui rahmat baptisan, kita diutus sebagai murid-murid-Nya untuk menguasai setan dan menyembuhkan penyakit-penyakit (Luk. 9:1-2).

Kita dapat mulai dari “setan-setan kecil” (sombong, tamak, iri hati, marah, hawa nafsu, rakus dan kemalasan), yang saat ini ada di dalam diri kita, yang dapat memicu kita mengeluarkan kata-kata berkonotasi negatif, kita ditantang untuk berani dan mau mengusirnya keluar dari diri kita. Kita sembuhkan diri kita dengan membebaskannya dari kuasa setan dan roh jahat. Biarlah hanya Roh Allah yang meraja dalam hati kita, sehingga kita layak menjadi saluran berkat-Nya bagi sesama kita, terlebih pada masa pandemi ini, masyarakat membutuhkan dukungan melalui perkataan yang lemah lembut, menggembirakan, meneguhkan, memotivasi dan penuh kasih.  Hanya dengan kuasa Roh Kudus dan iman yang teguh kita mampu melakukannya.

Agar api dan semangat Roh Kudus terus menyala serta iman kita semakin bertumbuh, kita harus selalu melekat pada pokok anggur sumber kekuatan kita, dengan tetap setia mendengarkan sabda Tuhan, sabda yang hidup dan menjalin relasi yang erat dalam doa. Jangan pernah bosan untuk terus belajar mengenal karakter Yesus agar kita semakin serupa dengan-Nya, dalam perkataan dan perbuatan.

Marilah di awal Bulan Kitab Suci ini kita semakin mengenal dan mengakrabkan diri dengan mendengarkan dan merenungkan Sabda Yesus, agar telinga dan hati kita terbiasa mendengarkan pengajaran Yesus dan kata-kata-Nya yang penuh kuasa menjadi inspirasi bagi kita.

Doa: Allah Bapa yang maha kasih, kami mohon rahmat-Mu untuk menyadari adanya “setan-setan kecil” dalam diri kami dan dengan Kuasa Roh-Mu mampukan kami untuk mengusirnya dan membebaskan kami dari pengaruh jahatnya. Sembuhkanlah kami dari penyakit-penyakit yang menyebabkan kami terpisah dari-Mu. Semoga Engkau berkenan memakai kami sebagai alat-Mu, menjadi saluran berkat-Mu bagi sesama kami melalui perkataan dan perbuatan kami sebagaimana yang Engkau ajarkan kepada kami, agar nama-Mu semakin dipuji dan dimuliakan. Terpujilah Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin. (CEI)