Hutangku Sudah Terbayar

Renungan Kamis 17 September 2020

Bacaan: 1Kor. 15:1-11Mzm. 118:1-2,16ab-17,28Luk. 7:36-50

Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1 Korintus 15:10b)

“Aku sudah tidak berhutang apa-apa, hutang budiku sudah lunas saat ini karena 20 tahun aku hidup bekerja melayani dia…..” Demikian kata-kata seorang teman saya dalam keadaan marah dengan bos tempat dia bekerja.

Membaca Injil hari ini, pertanyaan Tuhan Yesus kepada Simon, mengenai siapa yang lebih mengasihi tuan yang membebaskan hutangnya, yang dibebaskan sedikit atau yang dibebaskan banyak, dijawab oleh Simon “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Mengingatkan saya akan kata-kata teman saya di atas. Pertanyaan ini menjadi sangat pribadi bagi saya, apakah cinta saya kepada Tuhan masih seperti kasih mula-mula saya (bahkan seharusnya lebih lagi), atau cinta saya kepada Tuhan sudah berkurang karena saya merasa “telah membayar sebagian” hutang saya dengan melayani pekerjaan-Nya?

Kata-kata Santo Paulus pada bacaan pertama yang dikutip di atas sangat jelas, dia merasa sungguh tidak layak untuk mendapatkan kasih karunia Tuhan, ia melayani Tuhan lebih keras dari yang lain, tetapi sedikit pun dia tidak merasa berjasa, karena sadar bukan dirinya yang melakukan itu tetapi kalau dia boleh melayani itu adalah kasih karunia Tuhan yang menyertainya.

Doa: Tuhan Yesus, aku bersyukur atas belas kasih-Mu yang telah menyelamatkan aku dan selalu Engkau nyatakan kepadaku tanpa henti seumur hidupku, bantulah aku untuk selalu menyadari selalu dan mengenal betapa tinggi dan dalamnya, betapa luas dan lebarnya kasih-Mu, agar hidupku semakin hari semakin mengasihi Engkau. Amin. (FH)