Empat Jenis Tanah

Renungan Sabtu 19 September 2020

Bacaan: 1Kor. 15:35-37,42-49Mzm. 56:10,11-12,13-14Luk. 8:4-15

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan. (Lukas 8:15)

Hati harus dipenuhi firman Tuhan dengan cara menyimpan firman tersebut dalam hati kita. Tidak hanya disimpan saja dan dibiarkan mati tapi harus kita kelola sehingga dapat menghasilkan buah.

Jadi hati kita ini harus bersih, terbebas dari dosa. Dibebaskannya kita dari dosa merupakan salah satu kerinduan Tuhan yang terbesar atas kita. Melalui kedatangan dan pengorbanan Kristus, kita diberi kuasa untuk mengalahkan dosa. Oleh-Nya kita diberi petunjuk supaya dosa tidak lagi menjadi sesuatu yang kita lakukan waktu demi waktu tetapi kita mulai hidup kudus, yang adalah cara yang terbaik, suatu kehidupan yang akan diberkati-Nya dan yang akan dijadikan-Nya sebagai suatu kesaksian yang memuliakan nama-Nya.

Dosa muncul dari hati yang penuh perkara-perkara jahat yang keluar dalam perkataan dan perbuatan.  Hati yang diisi dan dipenuhi dengan firman Tuhan, cepat atau lambat akan terlihat dari luar, dalam berkata kata yang penuh hikmat, yang mengandung kebenaran yaitu menghasilkan buah.

Bagaimana sikap hati kita terhadap firman Tuhan?

Melalu perumpamaan tentang berbagai macam tanah yang menggambarkan hati manusia, Yesus menunjukkan berbagai sikap batin manusia terhadap firman Tuhan.

Empat jenis tanah dalam firman Tuhan yaitu :

  1. Tanah di pinggir jalan (mendengarkan firman Tuhan tetapi ketika iblis datang mengambil Sabda itu dalam hati mereka, mereka tertipu dan menjadi tidak percaya karena tanah hati mereka kering)
  2. Tanah yang berbatu batu (benih firman Tuhan tumbuh sebentar tapi tidak berakar dalam hati mereka, karena tanah hati mereka keras)
  3. Tanah yang bersemak duri (benih firman Tuhan itu terimpit oleh kekhawatiran, ketakutan, stres, dendam, dll., mengakibatkan benih firman itu mati)

Ketiganya menggambarkan sikap hati yang keliru akan firman Tuhan.

Di masa pandemi ini, banyak orang Kristen merasa hatinya kering, keras, mudah khawatir, takut dll., sehingga firman Tuhan tidak dapat masuk, mengikuti ekaristi online tetap tidak bisa merasakan kehadiran Tuhan. Sehingga hidup mereka tidak berakar dalam firman Tuhan, karena tidak ada satu pun firman yang tertanam dalam hati.

Sedangkan tanah ke-4 yaitu tanah hati yang baik. Benih firman Tuhan jatuh di atasnya lalu tumbuh hingga berbuah banyak, Jadi kita semua harus menjaga hati kita supaya bisa mengetahui rahasia kerajaan Allah. Rahasia ini hanya diberikan kepada orang yang memiliki tanah hati yang baik yang menerimanya dalam hati dan melakukan Sabda Tuhan sehingga berbuah dalam ketekunan.

Doa: Tuhan, biarlah hari ini kami menetapkan hati kami sebagai pemelihara dan penjunjung firman Tuhan dengan menjadi pelaksana dan pelaku yang tekun dan setia untuk melaksanakan perintah Tuhan untuk menghasilkan buah dalam ketekunan. Demi Yesus dan pengantara kami. Amin. (JH)