Di Samping Tuhan

Renungan Senin 28 September 2020

Bacaan: Ayb. 1:6-22Mzm. 17:1,2-3,6-7Luk. 9:46-50

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya. (Lukas 9:47)

Shalom, Sahabat terkasih di dalam Kristus.

Di dalam dunia perekonomian dan keuangan, hari-hari ini terasa cukup mencekam. Akibat pandemi yang berkepanjangan, banyak negara-negara di dunia ini yang mengalami resesi ekonomi, termasuk Indonesia. Memasuki masa resesi, akan ada banyak masalah ekonomi yang terjadi. Bukan hanya rakyat kecil namun semua lapisan masyarakat akan mengalaminya. Banyak perusahaan akan tutup dan terjadi PHK besar-besaran. Pengangguran dan daya beli masyarakat akan turun drastis, dan masih banyak prediksi-prediksi dari para ekonom. Namun di balik ini semua, ada berita baik tentang vaksin covid 19 yang mulai menunjukkan titik terang. Ada harapan, bahwa jika vaksin COVID-19 dinyatakan resmi ada, maka kehidupan akan kembali normal, termasuk perekonomian.

Lalu, sebagai bagian dari masyarakat, bagaimana kita harus bersikap? Mengeluh atas resesi ekonomi atau tetap berharap agar pemulihan terjadi karena ada harapan tentang vaksin?

Sahabat terkasih, tidak ada yang pasti tentang apa yang akan terjadi di dunia ini. Tentunya masih segar dalam ingatan kita, bagaimana pandemi COVID-19 terjadi begitu tiba-tiba tanpa ada yang bisa memprediksinya. Maka yang terpenting saat ini adalah fokus bagaimana kita harus bertahan hidup di masa-masa ini. Pengharapan kita satu-satunya hanya pada Yesus sebagai Allah yang menjadi manusia dan pernah merasakan penderitaan sebagai manusia, bahkan wafat juga sebagai manusia. Dia Allah yang mengenal kita lebih dari diri kita sendiri.

Saat para murid sedang debat tentang siapa yang terbesar di antara mereka, atau dengan kata lain bisa berarti ketakutan atau harapan, dikatakan bahwa Tuhan Yesus mengetahui pikiran mereka dan kemudian menempatkan seorang anak kecil di samping-Nya (Lukas 9:47). Artinya, Tuhan Yesus juga tahu apa yang menjadi ketakutan dan harapan kita semua. Kita yang takut berkekurangan, kita yang sedang berharap vaksin segera ada sehingga bisa hidup normal kembali, ataupun kita yang sudah dalam kondisi putus asa, Tuhan Yesus tahu semuanya itu. Tuhan Yesus ingin agar kita semua menjadi seperti anak kecil, polos, tidak kuatir akan apapun, dan tidak melawan saat Dia tempatkan di samping-Nya.

Mari Sahabat, jadilah seperti anak kecil yang dijadikan contoh oleh Tuhan Yesus. Tinggal di samping Tuhan Yesus yang akan menjagaimu senantiasa. Tuhan menempatkan kita di samping-Nya, agar Dia tahu betul keadaan, kelemahan dan keterbatasan kita. Takut akan resesi ataupun harapan akan hidup normal kembali bukanlah hal yang salah, namun sekali lagi, janganlah kuatir, asalkan kita mau menjadi seperti anak kecil, tinggal di samping Tuhan Yesus, maka hidup kita akan terjamin.

Tetap aman, tetap sehat, tetap tinggal di dalam Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (BVJSW)