Berbahagia Memberi

Renungan Jumat 18 September 2020, Hari biasa, Pekan biasa XXIV

Bacaan: 1Kor. 15:12-20Mzm. 17:1,6-7,8b,15Luk. 8:1-3

Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Lukas 8:3)

Pada zaman yang semakin materialistis ini, sering ketersediaan uang dalam kehidupan sehari-hari menjadi sangat penting. Ini mengapa manusia menjadi sangat sibuk dan segala daya pikir hanya dikerahkan untuk bekerja yang sering tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, sehingga kebanyakan orang tidak punya waktu lagi untuk keluarga, sesama, bahkan untuk Tuhan karena waktunya dihabiskan untuk diri sendiri.

Tidaklah salah dengan bekerja dan mengumpulkan uang, tapi pertanyaannya adalah apa yang akan kita gunakan dengan uang tersebut, apakah uang atau harta yang kita punyai hanya digunakan memuaskan keinginan kita? Pemazmur jelas mengatakan Mzm 17:5 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. Ternyata yang memuaskan kita bukanlah uang atau harta yang banyak tetapi selalu berada di dalam hadirat Tuhan.

Menyadari keberadaan kita yang selalu berada di dalam hadirat Tuhan akan mengubah pandangan kita tentang harta. Di mana kita tidak akan menggunakannya hanya untuk keinginan kita sendiri tetapi mau menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan, yaitu menjadi berkat bagi sesama. Ini persis seperti yang dilakukan para wanita yang menyertai Yesus,  di mana dikatakan mereka menggunakan harta kekayaan yang dipunyai untuk melayani Yesus. Luk 8:3 Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Kalau kita mau melakukan hal tersebut maka benarlah apa yang dikatakan Yesus di Kis 20:35 adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.

Tuhan Yesus memberkati. (MHP)