Sumpah

Renungan Sabtu 29 Agustus 2020 Hari Biasa, Pekan Biasa XXI

Bacaan: Yer. 1:17-19; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17; Mrk. 6:17-29.

lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!” (Matius 6:23)

Sumpah adalah sebuah perkataan sungguh-sungguh tentang apa saja (tidak hanya janji atau nazar) yang diteguhkan sebagai kebenaran di hadapan Allah (Mat 5:33b β€œdi depan TUHAN”), Karena itu tidak sembarangan orang bersumpah. Sayangnya sumpah Herodes untuk memberikan apapun yang diminta anak Herodias yang telah menyukakan hatinya dan tamu-tamunya dalam perjamuan bukanlah setengah dari kerajaannya, tetapi kepala Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis dipenjara demi mempertahankan kebenaran bahkan sampai kepalanya dipenggal, kebenaran akan tetap sebuah kebenaran.

Sumpah dapat menjadi petaka buat diri sendiri atau orang lain, walau sekarang sebuah sumpah lebih sering kehilangan maknanya. Saya masih ingat beberapa waktu lalu saya bersumpah di depan teman-teman hanya untuk hal-hal sepele agar mereka percaya dan saya sungguh menyesal karena tanpa bersumpah sebenarnya kebenaran adalah kebenaran yang tidak perlu diyakinkan dengan sebuah sumpah! Betapa sia-sia saya bersumpah untuk hal-hal yang tidak berguna, saya sungguh menyesal dan berjanji tidak mudah bersumpah karena bisa saja mencelakakan orang lain seperti Herodes telah mencelakakan Yohanes Pembaptis.

Belajar dari ayat diatas, marilah kita tidak mudah bersumpah, karena di dalam injilΒ  Matius 5:34 dikatakan;Β  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah. Sebaiknya kita menghidupi Firman Tuhan dengan menyatakan kebenaran dan mempertahankan sekalipun nyawa kita menjadi gantinya. Mampukah kita bersaksi demi kebenaran seperti Yohanes Pembaptis? Atau kita begitu suka bersumpah untuk hal-hal yang sia-sia? Sebagaimana yang dilakukan Herodes.

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur melalui firman-MU kami diingatkan betapa mudah mulut kami bersumpah untuk hal-hal kecil, hal-hal yang sia-sia hanya demi kepentingan sesaat. Kami lupa bahwa sumpah adalah kesungguhan yang membawa nama-MU, ampunilah kami yang mudah bersumpah dan ajarilah kami bijaksana untuk menyatakan kebenaran dan menjadi saksi-MU yang berani mempertahankan kebenaran sebagaimana Yohanes Pembaptis yang sampai dipenggalpun tetap setia dalam kebenaran firman-MU. Demi Kristus yang hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala abad . . . Amin (VVDL)