Siap Siaga

Renungan Jumat 28 Agustus 2020

Bacaan: 1Kor. 1:17-25; Mzm. 33:1-2,4-5,10ab,11; Mat. 25:1-13;

Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. (Matius 25:3-4)

Perumpamaan tentang sepuluh gadis yang bodoh dan bijaksana, sudah sangat sering didengarkan dan sampai saat ini masih menjadi ilustrasi yang akan mengingatkan saya dan kita semua terkait hal berjaga-jaga menunggu kedatangan ‘sang mempelai.’  Lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana, adalah suatu kondisi yang sangat berlawanan, sangat kontras dan sangat tegas perbedaannya.

Dalam perumpamaan hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan kepada saya untuk dapat melihat perbedaannya, sepuluh gadis telah membawa pelita tetapi kepada lima gadis yang bijaksana tidak hanya membawa pelita saja tetapi dibawanya juga minyak dalam buli-bulinya dan itu menunjukkan kesiap-siagaannya dalam menyongsong pengantin yang akan datang, hal tersebut supaya pelita itu tetap menyala. Iman yang menyala-nyala menerangi sekitarnya perlu diisi dengan minyak yaitu Firman Allah; kebenaran, perintah kasih sesuai teladan-Nya.

Bagaimana dengan kehidupan saya saat ini? Apakah saya sudah seperti gadis yang bijaksana? Ternyata saya masih harus belajar untuk mengisi kehidupan rohani dengan kekuatan Sabda Tuhan setiap saat dan melakukannya. Kitab Suci harus menjadi kekuatan dan pegangan hidup saya. Melakukan kebaikan, tulus dalam berteman, mengendalikan diri dari amarah, mengurangi sifat egois harus menjadi niat untuk berubah. Pertobatan menjadi penting untuk saya lakukan, menghadirkan Tuhan Yesus dalam kehidupan harus menjadi gaya hidup, ini semua karena sebagai murid-murid Yesus saya harus tetap rendah hati.

Terkait dengan tugas-tugas pekerjaan saya pada masa Pandemi Covid-19 ini banyak kejadian atau peristiwa yang menjadi perenungan saya, di mana kematian demi kematian karena Corona Virus 19 selalu menghantui kehidupan setiap orang temasuk saya, kemanakah Engkau, ya Tuhan? Mengapa Engkau mendatangkan peristiwa Covid-19 di muka bumi ini? Hanya dengan melalui perjumpaan/relasi dengan Tuhan Yesus yang memberi pengertian tentang kehidupan yang harus diisi dengan iman yang benar sesuai ajaran-Nya, agar pada saatnya nanti kita siap bertemu di kehidupan kekal, sebab itulah janji-Nya. Yesus adalah andalan hidup saya, hanya Dialah sumber kekuatan dan sumber kedamaian dalam hidup saya. Nyata benar kuasa-Nya dan sungguh besar kemuliaan Nya.

Marilah kita senantiasa menyembah-Nya dan dengan penuh syukur kita tetap berharap kepada-Nya.

Doa

Allah Bapa yang Maha Kasih, kami bersyukur kepada Mu atas Firman yang mengingatkan kami untuk selalu berjaga-jaga setiap saat guna menyambut kedatangan-Mu dan kami mohon Roh Kudus selalu membimbing kami untuk memahami dan melakukan Firman-Mu. Lindungilah kami selalu dari segala marabahaya, dari kuasa-kuasa kejahatan agar kami masih berada dalam kasih-Mu.  Amin (MPS)