Seirama Surga

Renungan Sabtu 15 Agustus 2020

Bacaan: Yeh. 18:1-10,13b,30-32; Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Mat. 19:13-15.

Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 19:14)

Shalom Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan,

Di suatu akhir pekan saat sampai di gereja untuk mengikuti misa, lewatlah keluarga muda dengan dua anak yang akhirnya duduk di baris depan bangku saya. Yang sulung kira-kira berusia empat tahun dan yang bungsu kurang dari dua tahun, sedang digendong oleh asisten rumah tangga. Perhatian saya menjadi fokus pada keluarga ini saat si ibu mengeluarkan beberapa kotak ‘snack‘ dan susu dari dalam tas besarnya, kemudian menggelar berbagai mainan mobil di bangku. Si anak sulung bersuara ribut sambil berusaha meraih tas si ibu, rupanya dia meminta ‘gadget’. “Sektalah nyo, mama nyalakan…”, ujar ibu muda tersebut. Seketika itu tampaklah suatu arena bermain di bangku yang mengasyikkan. Sekiranya tampak sudah tertata dengan baik, ibu muda tersebut kemudian berlutut dan berdoa. Pandangan saya masih lanjut melihat keluarga ini, di mana anak bungsu meronta menolak diberi ‘snack’ oleh sang asisten rumah tangga dan berusaha mengambil mobil-mobilan… ‘teng.. teng.. teng.. lonceng misa dimulai, dan saya kembali fokus pada liturgi hari tersebut.

Baru saja memasuki bacaan pertama, terdengar rengekan si bungsu. Rupanya dia lapar. Asisten tergopoh-gopoh menyiapkan susu, yang kemudian melihat kode dari majikan untuk membawa buah hati tersebut keluar dari pintu gereja.

“Nyooo… dimakan sosis-nya… ojok mainan tok… mulutnya ya diisi….” ujar ibu muda kepada yang sulung.

#sighhh…. betapa repotnya keluarga ini, pikir saya…..

Bapak-ibu terkasih, pandangan ini mungkin juga terjadi di paroki anda, dan saat ini (sebelum pandemi) menjadi hal yang lazim bahkan menjadi trend di kota besar seperti Surabaya.

Dalam bacaan hari ini Yesus mau bercerita tentang anak kecil, dimana Ia berkata; biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”

Menjadi kurang kita sadari saat berada di situasi Misa, bahwa saat itu sebenarnya kita sedang bertamu dan mau mendengar sapaan Allah, serta kembali menerima Tubuh dan Darah-Nya sebagai peringatan akan keselamatan yang sudah Ia berikan. Saat itu mungkin kita ingin fokus dengan tata ibadat sehingga lupa bahwa buah hati juga termasuk dalam orang-orang yang diselamatkan Tuhan.

Hari ini Yesus berkata, biarlah anak-anak itu datang kepadaku. Bagi kita sekarang dalam mendidik dan membimbing anak terasa jauh lebih menuntut, karena banyak permainan dari ‘dunia digital’ yang sangat menarik dan menggoda. Anak perlu kita perkenalkan dengan Tuhan sedini mungkin dalam keluarga kita masing-masing. Perkembangan kepribadian dan imannya diteguhkan dalam perayaan ekaristi, terutama saat orang tua menuntun dan menerangkan kembali kepada mereka. Ini semua lebih merasuk dalam hati anak kalau lewat teladan, contoh dan pengalaman. Salah satu contoh, kebiasaan orangtua saat mendoakan dan memberkati anak sebelum mereka pergi ke sekolah, akan berkesan dan berdampak mendalam dalam diri anak tersebut dimana mereka tahu akan siapa yang diandalkan oleh kedua orangtuanya.

Sebaliknya, anak-anak kita tidak hanya berfungsi sebagai ‘peserta didik’ saja, tetapi kita sebagai orangtua juga bisa banyak belajar dari mereka. Dalam hal ini Yesus bersabda “Orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga” (Mat 19:14). Dalam Markus dan Lukas dikatakan “Barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya” (Mrk 10:15; Luk 18:17).

Saudara-saudaraku; dari anak-anak ini yang menjadikan anda dan saya citra Tuhan sejati. Merekalah cindera rasa, obor asa, jejak nyata keberadaan kita di dunia. Bukan dengan mengaturnya sesuai keinginan kita melainkan mengarahkan agar bercahaya seirama surga.

Marilah Berdoa

Ya Tuhan, mampukan aku terbiasa menyusun kebaikan bagi cahaya hidup anak-anak hari ini dan masa depannya nanti, bersama terang Roh Kudus-Mu. Amin. (amdg, vmg.)