Penyalur Belas Kasih Allah

Renungan Minggu 2 Agustus 2020, Hari Minggu Biasa XVIII

Bacaan: Yes. 55:1-3; Mzm. 145:8-9,15-16,17-18; Rm. 8:35,37-39; Mat. 14:13-21.

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit:  (Matius 14: 14)

Dalam masa pandemi ini, ekonomi Indonesia mengalami keterpurukan. Hal ini dikarenakan  banyak perusahaan tutup dan tidak boleh beroperasi lagi,  sehingga banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada meningkatnya pengangguran. Hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Orang mulai menyadari bahwa status sosial, materi atau barang-barang mewah, kedudukan, dan kebanggaan bukanlah hal-hal yang dapat menyelamatkan. Yang mereka butuhkan adalah kekuatan, sandaran, pertolongan serta harapan dan semua ini ada di dalam Tuhan Yesus.

Seperti yang dialami orang banyak, mengapa mereka mengikuti Yesus dengan mengambil jalan darat meskipun Yesus menyingkir hendak mengasingkan diri dengan naik perahu setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis? Karena mereka tidak hanya ingin tahu tentang Yesus, tetapi menjadi yakin bahwa hanya Tuhan Yesus lah yang mengasihi mereka, Tuhan Yesus lah harapan mereka yang sanggup menyelamatkan mereka. Maka ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari Firman Tuhan hari ini.

Pertama, usaha dan ketekunan mereka untuk mengikuti Yesus memberikan tenaga dan semangat tersendiri untuk selalu rindu mencari Yesus hingga menemukan Tuhan, tanpa melihat kebutuhan dan keperluan pribadi mereka. Semangat inilah yang membuat hati Yesus tergerak dan menaruh belas kasih untuk menyembuhkan yang sakit dan memberi mereka makan dengan berkelimpahan.

Pelajaran yang kita peroleh, kita diajak Tuhan untuk memiliki semangat yang sama dalam usaha membangun relasi dengan Tuhan bukan hanya karena butuh akan pertolongan-Nya, namun suatu keputusan dan yakin akan kasih Allah yang tidak berkesudahan yang kita alami membuahkan kasih kepada sesama.

Kedua, dalam menyalurkan kasih dan berkat-Nya, Tuhan tidak bekerja sendirian. Tuhan melibatkan para murid yang selalu setia menyertai-Nya untuk melayani sekitar lima ribu orang pria ditambah para wanita dan anak-anak. Pelajaran yang dapat kita peroleh, kita diajak Tuhan menjadi mitra kerja-Nya untuk menjadi saluran kasih dan berkat-Nya kepada sesama seperti seruan Yesaya untuk turut serta dalam menghantarkan orang dalam keselamatan yang dari Tuhan.

Pengalaman saya dalam masa-masa sulit seperti ini bukan hanya untuk mendapatkan kekuatan dan harapan serta pertolongan dari Tuhan, namun juga menambah waktu saya untuk semakin merefleksi diri, sejauh mana relasi saya dengan Tuhan dan dengan keluarga serta dengan sesama meskipun secara daring. Waktu yang ada lebih banyak saya gunakan untuk berbincang dengan Tuhan dan dengan keluarga sehingga meskipun kekuatiran masih ada, antara lain kuatir sakit, kuatir tertular virus, kuatir karena ekonomi, ternyata semuanya itu sampai saat ini tidak terjadi, walaupun penyakit  jantung suami saya sempat kambuh selama satu setengah bulan lamanya dan sempat membuat nafasnya sesak dan tidak dapat tidur selama empat hari empat malam. Dalam kondisi seperti itu, suami tidak mau dibawa ke rumah sakit karena  takut  tertular Covid-19.

Puji Tuhan berkat doa teman-teman tim doa syafaat St. Paulus – Juanda yang mendukung doa untuk kesembuhan suami dan kekuatan serta kesehatan saya dalam merawat suami, serta jamahan Tuhan Yesus maka suami saya mengalami kesembuhan. Syukur dan terimakasih Tuhah. yang selalu turut campur tangan dalam setiap pergumulan saya dan keluarga. Selain itu, saya juga dimampukan Tuhan untuk tetap berbagi. Setelah saya berbagi, realitasnya memang kosong tidak ada persediaan dana untuk belanja pada waktu itu, namun tanpa disangka Tuhan memakai orang-orang untuk memberi berkat yang lebih banyak kepada saya dari apa yang sudah saya bagikan sehingga saya tidak berkekurangan.

Tuhan penolong yang setia, Allah yang ajaib. Puji syukur kepada-Mu ya Tuhan.  Terimakasih BPK PKK Keuskupan Surabaya, terimakasih SEP Surabaya, terimakasih sahabat-sahabat tim doa syafaat St. Paulus – Juanda, dan terimakasih teman-teman semua untuk dukungan doa, dan berkatnya. Tuhan Yesus memberkati bapak ibu dan seluruh keluarga semua.

Doa

Syukur dan terimakasih Tuhan untuk penyertaan-Mu, kasih dan rahmat-Mu, pertolongan-Mu tidak pernah terlambat karena Engkau pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-MU. Ini aku Tuhan, pakai aku untuk menjadi saluran kasih dan rahmat-Mu dalam menyelamatkan banyak orang. Terimakasih Tuhan, Engkau membuka tangan-Mu dan berkenan memuaskan aku.

Terimakasih Tuhan, Engkau menggerakkan hati sahabat-sahabat, teman-teman menjadi saluran kasih dan berkat-Mu. Kiranya Engkau memakai mereka lebih dan lebih lagi untuk menjangkau banyak orang untuk mengalami kasih-Mu. Berkati mereka semua dalam pekerjaan, usaha dan keluarga serta pelayanan mereka masing-masing, demi Yesus Kristus Tuhan yang hidup bersama Allah Bapa yang dipersatukan oleh Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin. (ECMW)