Mengampuni Dengan Tulus Hati

Renungan Kamis 13 Agustus 2020 Hari Biasa, Pekan Biasa XIX

Bacaan: Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21-19:1.

Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? (Matius 18:33)

Bagi bangsa Yahudi, angka 7 adalah sempurna dan karena itu Petrus mengajukan jumlah pengampunan maksimal yang diberikan oleh seseorang terhadap sesamanya seperti itu (ayat 21). Namun Yesus memberikan jawaban yang jauh diatasnya, pengampunan haruslah diberikan sebanyak 70x7x, artinya tidak terbatas. Bagi manusia, perintah ini tidak mudah, terutama terhadap mereka yang telah menyakiti dia beberapa kali. Namun kita semua tahu, Yesus tidak hanya memberikan perintah, tapi pada akhir hidup-Nya, saat Ia disiksa, disalib, Ia berdoa kepada Bapa mohon pengampunan untuk para algojo tersebut.

Yang menjadi kunci bagi kita, kekuatan pengampunan itu ada pada ayat 33, “Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?”, ada 3 hal yang bisa kita petik:

  1. Ingatlah bahwa kita juga manusia yang berdosa terhadap Bapa (Sang Raja)
  2. Dosa kita banyak sekali (hutang besar)

Kalau ada yang merasa tidak berdosa, justru perlu memeriksa dirinya dengan jujur di hadapan Allah, Sang Cahaya sejati. Kalau seumpama meja yang kotor, maka meja itu akan tidak tampak       kotor bila di tempat gelap. Namun bila ada cahaya masuk dan mengenai meja itu, maka baru terlihat yang sebenarnya.

  1. Ingatlah bahwa kita sudah menerima rahmat pengampunan melalui sengsara,wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Dengan menimba kekuatan kasih dan pengampunan dari Tuhan Yesus Kristus, mari kita mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita dengan tulus hati. (TFS)