Hadirat Tuhan

Renungan Rabu 12 Agustus 2020 Hari Biasa, Pekan Biasa XIX

Bacaan: Yeh. 9:1-7; 10:18-22; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6; Mat. 18:15-20.

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20)

Ketika kita dilahirkan kembali dalam keluarga Allah lewat pembaptisan, kita diberikan sebuah keluarga yang baru, keluarga rohani di mana Allah menjadi Bapa kita, Maria menjadi bunda kita, para santo-santa dan umat seiman menjadi saudara-saudari kita. Kita mulai hidup dalam realitas surgawi, namun terkadang kita sulit melihat kehadiran Tuhan dan karya-Nya, kita sering lebih fokus pada masalah-masalah kita, inilah tantangannya sebagai orang beriman.

Seperti yang saya alami saat ini, karena dampak pandemi virus corona, suami saya tidak ada penghasilan sejak bulan Maret yang lalu, karena pekerjaannya ada di Jember, maka biasanya suami bolak balik Jember-Surabaya seminggu sekali, saat ini sudah tidak bisa lagi karena di Jember suami tinggal di rumah kakak dan ibu-nya, ada kekuatiran kalau bolak-balik naik kereta api, suami akan membawa virus di rumah itu. Jadi suami sekarang menjadi pengacara (pengangguran yang banyak acara).

Firman Tuhan hari ini benar-benar menguatkan saya akan penyertaan Tuhan dalam sebuah keluarga. Allah sendiri yang menjadi dasar dari sebuah keluarga. Keluarga adalah tempat dua atau lebih orang berkumpul dalam membangun komitmen hidup, tempat yang menjadi sumber kekuatan, kedamaian, kebahagiaan bagi setiap pribadi. Di dalam sebuah keluargalah, Allah akan selalu hadir dan menjadi sumber kekuatan bagi seluruh penghuninya.

Saat ini yang bisa saya lakukan hanya terus bersyukur dan melakukan pujian penyembahan setiap pagi dan malam. Saya tetap percaya dengan penuh iman dan yakin akan kehadiran Tuhan bersama saya dan keluarga. Seperti halnya kita sebagai orang tua tidak pernah membiarkan anak-anak kita begitu saja, demikian pula dengan Tuhan, Ia tetap setia dan tidak akan meninggalkan kita sendirian. Marilah kita semakin menyadari realitas rohani ini, bahwa kita hidup dalam hadirat Allah. Tuhan memberkati kita semua, Amin. (LF)