Fokus

Renungan Minggu 9 Agustus 2020, Hari Minggu Biasa XIX

Bacaan: 1Raj. 19:9a,11-13aMzm. 85:9ab-10,13-14Rm. 9:1-5Mat. 14:22-33

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” (Matius 14:28)

Banyak orang yang hari ini merasa sulit untuk fokus. Hal ini tampak pada saat kita fokus pada sesuatu hal, tiba-tiba datang persoalan lain, maka seketika fokus kita teralihkan ke persoalan lain itu. Hal inilah yang sering terjadi dalam hidup kita.

Melalui bacaan Injil hari ini, kita melihat bagaimana Petrus yang ingin bisa berjalan di atas air, berkata kepada Yesus untuk menyuruh dia datang dengan berjalan di atas air. Yesus pun menyuruh Petrus datang dan berjalan di atas air. Undangan Yesus ini membuat Petrus berani melangkah keluar dari perahu dan berjalan di atas air. Namun begitu dia merasakan tiupan angin yang kencang, fokusnya pada Yesus pun berubah dan seketika dia tenggelam

Kita mau belajar dari pengalaman Petrus, di mana pada saat dia fokus pada Tuhan, maka dia bisa berjalan di atas air, tetapi di saat pikiran, pandangan dan perasaan beralih pada hembusan angin, tenggelamlah dia.

Bukankah kita sering begitu? Di saat kehidupan kita dilimpahi berkat, kita akan berkata Tuhan itu baik. Tetapi pada saat ada masalah datang dalam kehidupan kita, seketika fokus kita beralih ke masalah dan tidak lagi kepada Tuhan.

Itulah yang membuat kita semakin tenggelam di dalam masalah. Kita melupakan bahwa Tuhan selalu menjaga kita. Dia tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian. Tetapi kita sering kali terhempas karena kita terlalu mengandalkan diri kita sendiri. Di saat itu kita diminta kembali mengarahkan pandangan kepada Yesus dan bukan larut dalam masalah kita.

Tuhan adalah Tuhan yang maha mendengar, yang maha peduli dengan segala persoalan kita, asalkan kita mau mencari Dia dan mau berjalan bersama-Nya. Dia akan senantiasa memegang tangan kita.

Tuhan Yesus jangan pernah lepaskan aku dari genggaman-Mu. (HFS)