Berserah, Bukan Menyerah

Renungan Rabu 5 Agustus 2020

Bacaan: Yer. 31:1-7; MT Yer. 31:10,11-12ab,13Mat. 15:21-28

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Matius 15:28)

Ketika segala sesuatu berjalan sesuai dengan harapan, tidak ada kendala, hambatan yang cukup berarti maka sangatlah mudah bagi seseorang untuk bersyukur, bersukacita dan percaya bahwa Tuhan Yesus mengasihi. Namun ketika menghadapi tantangan yang cukup serius semuanya dapat menjadi pudar, bahkan dapat merasa bahwa Tuhan membiarkan semua ini terjadi, bahkan seseorang akhirnya meninggalkan Tuhan dan mencari bantuan dari hal-hal lain di luar Tuhan.

Saya pun dahulu juga mengalami hal yang sama, saya bersyukur ketika saya menjadi murid Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP), saya diajari untuk membina relasi dengan Tuhan melalui Lectio Divina setiap hari. Dari sini saya mulai mengalami bahwa firman yang saya baca dan renungkan setiap hari sungguh-sungguh hidup dan membuat saya mulai menyadari bahwa Allah itu sungguh baik, Allah yang Maha tahu, Allah yang peduli dengan apa yang saya alami.

Beberapa bulan yang lalu, pada saat diadakan PSBB maka order-order dalam pekerjaan kami menurun sekali, sehingga kami memutuskan meskipun tidak ada libur Idul Fitri, kantor kami tetap mengadakan libur Idul Fitri sekalian merumahkan karyawan karena tidak ada order yang dikerjakan.

Pada saat-saat itu saya tetap berdoa dan berserah bukannya menyerah dan pesimis, sehingga saya tetap tekun berdoa dan percaya kepada-Nya bahwa Dia sungguh baik dan saya mau terus berjalan dengan-Nya yang menuntun kami apa yang harus kami perbuat. Puji syukur seminggu sebelum hari raya Idul Fitri ternyata ada order masuk yang cukup besar dan minta segera dikirim sehingga kantor kami tidak jadi libur, bahkan akhirnya masuk terus sampai hari ini.

Doa: Bapa, kami bersyukur karena kami dapat mengenal hati-Mu yang sungguh baik dan mengasihi kami. Berilah kami rahmat-Mu agar kami juga dapat belajar untuk mengasihi sesama kami, terutama orang-orang yang ada di sekitar kami, agar mereka pun dapat mengenal Engkau melalui kesaksian hidup kami. Amin. (CTS)