Berjaga-Jaga

Renungan Kamis 27 Agustus 2020

Bacaan: 1Kor. 1:1-9; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7; Mat. 24:42-51; atau Sir. 26:1-4,16-21; Mzm. 131:1,2,3; Luk. 7:11-17

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. (Matius 24:44)

Nasihat  ini sering dilontarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita semua, umat yang dikasihi-Nya. Tuhan Yesus mau agar setiap manusia ciptaan Allah, memperoleh hidup kekal dan bukan mengalami kebinasaan. Dan nasehat ini adalah bukti akan cinta kasih Tuhan kepada manusia.

Nasihat untuk berjaga-jaga ini adalah merupakan bentuk tanggung jawab dari Tuhan Yesus  sebagai Sang Juruselamat dan juga utusan Allah, karena Tuhan Yesus tidak menghendaki ada manusia yang dititipkan Allah kepada-Nya hilang dan tidak mengalami keselamatan. Karena itu di dalam Matius 24:45-51, Tuhan Yesus memberikan contoh tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat.

Dari contoh tersebut, kita bisa belajar bagaimana untuk menjadi hamba yang setia, hamba yang melakukan setiap tugas yang diberikan kepada kita.  Setia kepada Yesus yang sudah mengorbankan nyawa-NYA dan menebus kita dengan kematian-NYA di kayu salib, selalu hidup dalam firman Tuhan dan menghindari hal-hal yang dapat membuat kita celaka. Tuhan memberikan nasihat ini karena tahu bahwa ada kekuatan lain yang ingin menjauhkan manusia dari Tuhan. Karena itu salah satu kunci supaya bisa memperoleh hidup kekal adalah dengan  selalu berjaga-jaga, waspada, tidak lengah, dan terus hidup melekat kepada Tuhan Kalau saat ini setiap orang begitu waspada dalam menghadapi Virus Covid-19, berhati-hati supaya tidak tertular dan juga menulari orang lain, maka hendaknya juga dalam hidup juga selalu waspada dan berhati-hati, sampai ketika waktu Tuhan datang. (SA)