Selalu Bersyukur

Renungan 5 Juli 2020 Hari Minggu Biasa XIV

Bacaan: Za. 9:9-10; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11,13cd-14; Rm. 8:9,11-13; Mat. 11:25-30.

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Matius 11:25).

Suatu saat saya mendapat kiriman video singkat melalui ‘medsos’, tentang kehidupan seorang bapak tua yang bekerja sebagai seorang pemulung. Bapak itu menceritakan, setiap hari dia berkeliling mengumpulkan barang bekas dari rumah ke rumah, kemudian menjualnya, hasilnya berkisar Rp. 500.- hingga Rp. 1.500.- dalam sehari. Bapak ini menuturkan; ‘Dengan uang Rp. 500.- bapak bisa membeli kerupuk (dapat banyak), dan segelas minum, sudah cukup kenyang. Bapak ini juga menambahkan; bila  kebetulan dapat penghasilan lebih (lebih dari Rp. 1.000.-), baru bisa beli nasi dan disisihkan. Selama bercerita raut muka bapak itu terlihat bersemangat, penuh rasa syukur dan tidak terlihat cemas atau khawatir akan kehidupannya saat ini maupun nanti.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus mengajarkan beberapa hal kepada saya:

Pertama, Yesus mengajarkan untuk bersyukur, bersyukur kepada Bapa, Tuhan pencipta langit dan bumi. Misteri kerajaan-Nya telah dinyatakan kepada orang kecil dengan memelihara hidup bapak tua dalam video yang saya terima tadi.

Kedua, Yesus mengundang saya untuk datang kepada-Nya, semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Dia akan memberi kelegaan. Yesus memberikan tawaran kepada semua orang, siapa saja yang mau datang dan percaya kepada-Nya, Yesus menunggu saya untuk bergerak menghadap-Nya menyerahkan segala pergumulan dan beban hidup saya kepada-Nya.

Ketiga, Yesus mengajak untuk belajar kepada-Nya, yang lemah lembut dan rendah hati, agar jiwa kita memperoleh ketenangan.

Pada awal timbulnya pandemi, saya merasakan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan. Sikap dan tindakan yang saya lakukan menjadi berlebihan dan cenderung tidak rasional. Berusaha melindungi keluarga, suami dan anak-anak agar jangan sampai tertular dengan jalan mengawasi kegiatan, mengontrol penggunaan alat perlindungan diri dan menyediakan asupan makanan mereka sesuai anjuran pemerintah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Pandemi makin lama makin menjadi dan belum ada tanda-tanda akan mereda, menyebabkan beban pikiran dan pergumulan hidup semakin panjang dan berat.  Ajaran Yesus hari ini mengingatkan saya untuk menyadari dan mensyukuri kasih dan kebaikan Bapa yang saya terima hingga saat ini, kesehatan saya dan keluarga, kesempatan untuk dapat berkumpul dan berkegiatan bersama seluruh keluarga, merasakan dan melihat kebahagiaan dan keceriaan anak-anak. Pikiran saya terlalu terfokus dengan rasa cemas dan khwatir sehingga tidak melihat kasih Bapa yang begitu besar bagi saya.

Rasa syukur menggerakkan saya untuk datang dengan segala kerendahan hati, menyerahkan semua beban dan pergumulan hidup saya kepada Yesus dan tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri. Berusaha menerima dan menjalani hidup dalam situasi pandemi sebagai bagian dari rencana Bapa. Dan percaya tidak ada sesuatu peristiwa yang terjadi tanpa seijin Bapa.

Doa

Allah Bapa yang maha kasih, kami mohon rahmat–Mu untuk menyadari kelemahan dan kekurangan kami, yang sering kali mengandalkan kekuatan diri sendiri. Ingatkan kami untuk selalu mensyukuri anugerah-Mu yang kami terima saat ini, meskipun kecil dan kadang tidak sesuai harapan kami, tapi pasti yang terbaik bagi kami. Curahkan Roh Kudus-Mu kepada kami untuk menggerakkan kami datang kepada-Mu, karena hanya Engkaulah andalan kami yang mampu memberikan kelegaan dan ketenangan jiwa kami. Engkaulah Tuhan, harapan, kekuatan dan  juruselamat kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin. (CEI)